Selasa, 03 Maret 2020

Belajar Menulis Gelombang 4 Hari Pertama


Aspek menulis dan Personal Branding
Selama beberapa hari ke depan saya akan belajar menulis melalui WA Group yang diadakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Om Wijaya Kusumah selaku ketua KSGN. Selama 20 kali pertemuan saya belajar bersama dan ujungnya semua peserta bisa menulis dan menerbitkan buku sendiri. Setiap pertemuan akan dipandu oleh beberapa pemateri yang ahli dibidangnya. Senin malam kemarin, untuk pertama kalinya saya mengikuti pelatihan menulis online melalui WA grup tersebut. Materi pertama adalah mengenai aspek menulis dan personal branding yang disampaikan oleh Pak Agus Sampurno seorang blogger yang aktif menulis tentang pendidikan.


Sebelum memulai materi, beliau bertanya kepada para peserta mengenai apa yang peserta temukan ketika melakukan penelusuran nama sendiri di internet. Banyak para peserta yang menyatakan bahwa mereka menemukan akun medsos atau media sosial mereka sendiri di laman google. Ada juga beberapa peserta yang menyatakan bahwa blog atau artikel mereka yang muncul ketika melakukan penelusuran nama mereka di internet.  Menurut Pak Agus Sampurno sesuatu yang muncul dari hasil penelusuran nama di internet tersebut merupakan jejak digital seseorang.


Dalam perkembangan dunia media sosial ada beberapa istilah baru yang muncul sebagai contoh pansos, buzzer, influencer dan lain sebagainya. Pansos merupakan singkatan dari panjat sosialPansos biasanya dikaitkan dengan tingkah laku seseorang di media sosial yang ingin terkenal atau diakui eksistensinya oleh orang lain melalui cuitan atau postingan yang mengaitkan dirinya dengan orang-orang yang sudah terkenal atau peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan. Buzzer yg asal katanya dari buzz yang bisa diartikan sebagai dengung. Jadi seorang buzzer akan melakukan banyak sekali cuitan atau posting mengenai suatu hal. Biasanya seorang buzzer dibayar oleh pihak yg berkepentingan. Influencer sebenarnya hampir sama dengan buzzer, tetapi seorang influencer biasanya adalah orang yg sudah terkenal dan memiliki banyak pengikut atau penggemar di media sosial. Ia dibayar untuk menyatakan bahwa sebuah produk itu bagus. Sehingga orang tertarik dengan produk tersebut. Jadi bisa dikatakan influencer itu adalah orang yang sudah terkenal dan melakukan kegiatan promosi suatu produk melalui media sosial miliknya atau media lain. Semua istilah tersebut adalah istilah dimana dengan sigap, individu memanfaatkan media sosial. Uniknya saat ini pun semua media mainstream seperti koran, majalah dan TV mengambil isi berita nya di medsos.


Setelah membahas tentang istilah di atas kemudian Pak Agus Sampurno memberikan materi tentang personal branding. Personal branding adalah bagaimana kita membangun dan mempromosikan apa yang akan diperjuangkan. Mungkin kita sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama seperti Apple, Samsung atau Toyota. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa kita terapkan juga pada diri kita. Personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan kita sebagai sosok yang sekarang ada.


Personal branding lebih kepada apa yang bermanfaat atau positif yang kita bisa bagi kepada orang lain. Tidak perlu menjadi ahli untuk berbagi. Dalam personal branding ada PENCITRAAN dan REPUTASI. Reputasi cara mendapatkannya dengan kerja keras dan konsistensi Pencitraan itu mudah dan cenderung tidak bertahan lama. Perbedaannya lebih kepada bagaimana cara kita menerapkannya.


Jika seseorang ingin lakukan branding dirinya maka disebut personal branding. Jika sebuah sekolah ingin lakukan branding maka sebutannya menjadi school branding. Branding erat artinya dengan pembeda dari yang sejenis Sebuah sekolah yang sadar branding dia akan duduk bersama menentukan arah positioning nya di masyarakat. Sementara jika guru lakukan personal branding maka ia akan fokus pada apa yg di miliki dibanding kelemahan. Ditambah dengan peran medsos maka personal branding guru akan makin cepat.


Menurut Pak Agus Sampurno saat beliau fokus dengan personal branding, beliau memulai dengan brand guru kreatif. Kemudian menuliskan hal-hal.yang orang ingin ketahui melalui tips-tips atau resep-resep pengajaran terkini.


Langkah awal dalam menentukan personal branding adalah dengan memilih apa yang kita suka dan kemudian menuliskannya. Niat utamanya membagi, dan berbagi pengetahuan dan bukan menggurui. Selalu menulias hal yang ringan dan langsung bisa menginspirasikan orang untuk melakukan. Jadi, saat kita menulis pa yang kita suka, saat yang sama pula kita sedang merintis personal branding kita sendiri.

Pada akhir diskusi Pak Agus memberikan kesimpulan bahwa “berbagilah hal yang kita ingin orang lain ketahui, tidak perlu menunggu sampai ahli, bahkan kita bisa berbagi proses yang sedang kita jalankan”. Jika terus menerus menekuni hal yang sama dan fokus maka itu akan menjadi brand kita sendiri. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlibur Ke Pantai Jetis

Oleh :  Adinda Chintya Ariyanto Kelas : 6A SDN Harapan Mulia 03 Pada hari Kamis tepat saat libur sekolah, aku dan keluargaku be...