Minggu, 22 Maret 2020

Belajar dari Duta Rumah Belajar


Tugas 6 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Pengalaman Menjadi Duta Rumah Belajar
Narasumber : Iriani, S.Pd., M.Pd.

Materi ke-5 pada pelatihan menulis online KSGN kali ini adalah Ibu Iriani. Dari curriculum vitae yang saya lihat beliau merupakan seorang guru kimia di SMAN 2 Kota Ternate. Saat ini beliau juga aktif sebagai wakil ketua PGRI Provinsi Maluku Utara periode 2015-2020. Beliau juga banyak melakukan penelitian di bidang sains. Penghargaan dan prestasi sudah tidak bisa dihitung dengan jari. Salah satu yang akan dibahas dalam pelatihan menulis kali ini  yaitu prestasi beliau menjadi Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Beliau berbagi pengalamannya tentang bagaimana menjadi Duta Rumah Belajar Nasional Kemdikbud.

Dilansir dari laman Kemdikbud, Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berisi lebih dari 12.934 materi belajar. Sedangkan Duta Rumah Belajar adalah guru-guru terpilih yang merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemendikbud) dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di masing- masing provinsinya.

Menurut Bu Iriani, Maluku utara adalah pengguna Rumah Belajar yang paling sedikit pada tahun 2017- 2018, karena kurang sosialisasi tentang Rumah Belajar. Di samping itu kurangnya akses jaringan internet  merupakan kendala utama bagi untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK. Peserta yang mengikuti PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) tahun 2017 hanya 4 orang dari jumlah guru 22.000 orang di Maluku Utara. Pada Tahun 2018 peserta pembaTIK Maluku Utara bertambah 30 orang dan beliau menjadi salah satu diantara peserta tersebut.

Syarat mengikuti Seleksi Duta Rumah Belajar setiap tahun itu berbeda- beda. Pada tahun 2018 saat beliau mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar, terdapat 4 tahap pemilihan mulai dari level 1 sampai level 4.

Pada level 1 ( level literasi) persiapannya adalah mengikuti pembelajaran TIK berbasis online kemudian ada ujian onlinenya.

Level 2 ( implementasi TIK). Pada level ini beliau menyiapkan kelas sebagai model implementasi Pembelajaran berbasis TIK dengan cara yang inovatif dan divideokan.

Level 3 ( kreasi TIK). Pada level ini beliau merancang media, video atau bahan ajar yang kreatif dan dapat dishare kepada para guru dan teman-teman di tingkat kabupaten atau provinsi. Beliau juga bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi dan bimtek Rumah Belajar dan membantu para guru yang ingin belajar bersama Rumah Belajar. Setiap kegiatan kita tersebut dilaporkan ke media sosial, ditulis dalam bentuk artikel, poster atau bisa juga dibuatkan penelitian tindakan di sekolah dan lain- lain.

Level 4 ( Berbagi TIk). Pada level ini beliau diundang ke Jakarta sebagai finalis Duta Rumah Belajar provinsi dan diseleksi dari 35 provinsi ( Bali ada 2 utusan) dan mencari  Duta Terbaik, Duta Terinovasi dan Duta Terkreatif. Pada sesi presentasi dan wawancara beliau diharuskan membawa karya terbaik  dan diseminarkan.

Setelah beliau terpilih sebagai Duta Rumah Belajar, beliau mulai menggiatkan Rumah Belajar Provinsi Maluku Utara. Bekerja dan terus bekerja mendampingi  guru dan siswa dan memfokuskan perjuangan  di daerah 3T.

Beliau merasa terpanggil untuk membangun pendidikan di Maluku Utara terutama para guru di daerah 3T khususnya. Menurut beliau, sebagian besar guru di Maluku Utara masih belajar menggunakan TIK dan belum sampai tahap memanfaatkan TIK.

Ada 3 Kendala utama yang dihadapi oleh guru-guru di Maluku Utara menurut beliau.
1.motivasi guru yang sulit move on dari kebiasaan lamanya
2. Jaringan internet dan listrik yang tidak ada atau belum lengkap.
3. Pelatihan guru untuk bidang TIK masih kurang merata dan jarang.

Beliau berpendapat bahwa dengan adanya Rumah Belajar ini sangat membantu para guru dan siswa untuk mulai literate terhadap TIK dalam pembelajaran di kelasnya. Berkat usahanya juga beliau bisa membantu dan memfasiltasi belajar para guru di daerah 3T dan kota di provinsi sebanyak 1866 orang dan itu tanpa bantuan anggaran dari pemerintah  daerah alias Free. Berkat kerja ikhlas tersebut beliau terpilih bersama duta Rumah Belajar terkreatif Jawa Tengah  untuk mewakili Indonesia ke Australia tahun 2019 kemarin.

Pada akhir materi beliau menyampaikan hikmah perjalanan yang beliau dapatkan yaitu "jika kita bekerja dengan ikhlas maka Allah Tuhan yang Maha Adil akan selalu berada bersama kita. Setiap kebaikan akan dibalas kebaikan dan semua keburukan akan dibalas sesuai amalan kita".



1 komentar:

Berlibur Ke Pantai Jetis

Oleh :  Adinda Chintya Ariyanto Kelas : 6A SDN Harapan Mulia 03 Pada hari Kamis tepat saat libur sekolah, aku dan keluargaku be...