Selasa, 31 Maret 2020

Liburan yang Tak Pernah Ku Lupakan

Oleh : DEO ANDRIFIRDIANSYAH
Kelas : 6 A
SDN Harapan Mulia 03


Satu tahun telah berlalu namun masih teringat dibenakku. Waktu itu aku dan keluarga kecil pergi berlibur ke kampung halaman bertepatan pada tanggal 25 Desember 2018 disaat libur sekolah. Aku berangkat dari rumah menuju bandara Soekarno Hatta subuh subuh karena pesawat nya take off pukul 06:15 WIB. Aku sampai di Bandara Minangkabau pukul 08:30 WIB. Beberapa jam kemudian aku sampai di rumah nenekku yang berada di Desa Kampung Tangah Pariaman Sumatera Barat. Kami pun disambut gembira oleh keluarga dikampung. 

Aku sangat senang sekali, dikampung udaranya sangat asri, pemandangan nya yang indah, sungai berliku-liku dan hamparan padi yang menguning di bawah kaki gunung. Sore harinya aku mandi disungai yang jaraknya kira kira 100 meter dari rumah nenekku.

Keesokan harinya saat subuh terdengar bunyi ayam berkokok, burung yang berkicauan membuat aku jadi terbangun. Selesai sholat subuh aku diajak sama keluarga ku ke pantai yang bernama Pantai Gandoriah yang berada di Kota Pariaman. Disana papa dan omku menangkap kepiting agak jauh dari bibir pantai, sedangkan aku dan sodara lainnya mandi-mandi, sambil main ombak, main pasir dan lain lain. Aku berani bermain ombak karena ada om penjaga pantai yang menjagaku. 

Hari sudah menunjukkan pukul sembilan, matahari bersinar terik sekali. Papa dan Om mendapatkan banyak kepiting. Tak lama kemudian kami bergegas pulang. Sampai dirumah mama langsung memasaknya. Sop kepiting siap dihidangkan kami menyantapnya bersama.

Dihari ketiga, aku bersama nenek, papa, mama, om dan lainnya pergi melihat air terjun yang berada di Lembah Anai Kabupaten Agam Sumatera Barat. Disana udaranya sangat dingin dan sejuk sekali, dan disitu juga tampak bebatuan besar yang berada disekitar air terjun itu. Disaat aku sedang menikmati santapan makan siang yang telah di bawa dari rumah, tiba tiba ada beberapa kera berdiri dan menghampiriku. Aku pun terkejut dan ketakutan. Aku langsung berlari masuk kedalam mobil. Setelah itu aku mengajak papa dan yang lainnya untuk pergi ke tempat pemandian yang tak jauh dari sana, yang bernama Tirta Alami dan kami pun menghabiskan waktu disna. Tak terasa hari pun sudah sore dan aku sekeluarga segera pulang kerumah.

Beberapa hari kemudian  papa dan mamaku memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta. Aku merasa sedih karena aku masih ingin menikmati suasana di kampung, tapi papa harus kerja lagi.

Betapa indahnya alam desaku. Kita bisa memanfaatkan alam tanpa merusaknya agar alam tetap terjaga kelestariannya. Sekian dulu dari saya, terimakasih.

Senin, 30 Maret 2020

Liburan yang Menyenangkan Di Sumatera Barat

Oleh : ANDINI ZAHROTUSSYITA RAMADHANI
Kelas : 6A 
SDN HARAPAN MULIA 03

Liburan tahun lalu adalah liburan yang sangat menyenangkan karena saya sekeluarga pulang ke rumah nenek di Payakumbuh Sumatera Barat, kampungnya mama, sedangkan papa orang jawa. Kami berangkat dari rumah agak siang menuju bandara Halim Perdanakusuma karena pesawatnya sore. 

Setelah diperjalanan satu jam lebih kami mendarat di bandara Minangkabau senangnya hati ini karena sebentar lagi akan bertemu nenek, kakek. Rumah nenek dari bandara masih jauh 3 jam perjalanan. Akhirnya kami sampe di rumah nenek tengah malam. 

Hari pertama disana kami tidak kemana-mana hanya istirahat dirumah dan berkumpul melepas rindu. Hari ke dua saya sekeluarga mengunjungi rumah keluarga mama. Hari ke tiga saya dan keluarga jalan-jalan ke  lembah Harau. Disana ada air terjun yang besar dan tempat pemandian. Tempat wisata yang selalu dikunjungi orang-orang di waktu liburan, disana udaranya dingin air terjunnya ada tiga tempat dan pemandangan yang bagus sekali karena dikelilingi bukit-bukit. Sebelum masuk ke dalam lembah Harau yang ada air terjunnya ada tempat wisata baru namanya kampung Eropa. Disana ada tempat untuk berfoto dan bermain, seakan-akan kita berada di Eropa ada menara Eiffel dan lain-lain. Setelah capek bermain dan melihat-lihat pemandangan disana hari sudah sore kami  pulang ke rumah. 

Setelah hampir seminggu dirumah nenek, adiknya mama datang sekeluarga dari Pekanbaru untuk berkumpul bersama kami karena sudah lama tidak bertemu. Besoknya kami jalan-jalan lagi ke peternakan sapi yang terkenal di Payakumbuh, namanya Perternakan Sapi Padang Mengatas. Disana sapinya besar-besar dan gemuk pemandangan disana sangat bagus dan rumput hijau semua, peternakan ada di atas bukit dan tidak boleh melihat kesana asal masuk saja, karena banyak aturan harus melalui pemeriksaaan dulu dipintu gerbang masuk supaya nanti tidak menganggu sapi-sapi yang ada disana. 

Setelah istirahat 2 hari di rumah, saya dan keluarga pergi jalan-jalan lagi ke tempat rekreasi namanya Kepala Banda, yang mengalir air yang jernih dan dibawahnya dipenuhi batu air berwarna putih dan kuning, disana tempat anak-anak bermain, berenang dan ayunan dari akar pohon. Airnya segar sekali dan saya jalan ke atas bukit ada perkebunan dan pohon-pohon cemara yang tumbuh dengan rapinya. Saya dan saudara yang lain tidak bisa berenang karena airnya lagi surut. Hari sudah sore kami pulang ke rumah dengan senang hati. 

Hari selanjutnya saya keliling kota Payakumbuh naik delman. Kalau disana namanya Bendi. Senang rasanya karena delman di Jakarta adanya cuma di Monas. Kami makan makanan khas Minangkabau yang bermacam-macam bentuk dan rasanya. 

Hari tidak terasa berlalu hanya tinggal berapa hari lagi saya dirumah nenek, mau jalan-jalan lagi kakak dan mama demam mungkin kecapean. Rencana mau jalan-jalan ke Jam Gadang di Bukittinggi dan Rumah Gadang di Batusangkar gk jadi karena kakak dan mama masih kurang sehat. 

Sebenarnya banyak tempat wisata di Minangkabau yg harus dikunjungi karena semuanya bagus dan menarik. Saya tidak bisa mengunjungi semuanya karena liburan hampir selesai. 

Dua hari sebelum masuk sekolah saya dan keluarga kembali ke Jakarta. Sedih rasanya meninggalkan nenek dan kakek. Semoga liburan sekolah nanti saya bisa mengunjungi nenek dan kakek kembali.

Kamis, 26 Maret 2020

Menerbitkan buku melalui penerbit mayor atau penerbit besar


Tugas 11 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Menerbitkan buku melalui penerbit mayor atau penerbit besar
Narasumber : Om Jay

Pertemuan ke-11 pada pelatihan menulis online KSGN ini seharusnya diisi oleh narasumber dari penerbit Andi. Salah satu penerbit mayor yang ada di Indonesia. Namun dikarenakan suatu hal sehingga tidak dapat memberikan materi, akhirnya materi diisi oleh Om Jay.

Mungkin sebagian dari kita penulis pemula kurang bergitu mengenal apa itu istilah penerbit mayor. Menurut Om Jay, penerbit mayor itu merupakan penerbit besar dan kita tak bayar sama sekali untuk menerbitkan buku. Bahkan kita bisa dapat royalty buku sampai 74 juta selama 6 bulan. Ada juga peserta menulis yang memberikan komentar mengenai penerbit mayor dan penerbit indie. Menurutnya, penerbit indie, kita bayar, membiayai penerbitan sedangkan penerbit mayor, naskah kita diseleksi, bisa saja ditolak namun penerbitan gratis.

Om Jay menyampaikan bahwa banyak dari kita sebagai guru belum siap menerbitkan bukunya di penerbit besar atau mayor sehingga penulisnya diisi oleh dosen dosen di perguruan tinggi. Persoalan utamanya guru belum dilatih untuk membuat dan menerbitkan buku ajar. Banyak guru yang seringkali tidak sabar untuk menerbitkan bukunya sehingga mereka keluar banyak uang untuk menerbitkan bukunya. Padahal guru tersebut seharusnya malah mendapatkan uang dari buku yang diterbitkannya.

Di Kompasiana Om Jay menuliskan sebuah artikel mengenai penyusunan buku informatika di PGRI yang bisa di lihat di sini. Inti dari tulisan tersebut adalah guru harus mampu berkolaborasi dengan guru sekolah lainnya dan berkumpul dalam wadah organisasi guru. Sehingga mampu membuat karya agung yang bisa digunakan untuk semua sekolah. Karena itulah penerbit besar mau menerbitkannya karena memang layak jual dan mendatangkan keuntungan di kedua belah pihak. Guru sudah harus dibiasakan membangun supertim dalam pembuatan buku ajar. Sudah tidak jamannya lagi kita menjadi superman. Apalagi hanya memperkaya dirinya sendiri saja.

Sebelum buku diterbitkan biasanya ada Surat Perjanjian Penerbitan (SPP) yang harus ditanda tangani antara penerbit dengan penulis. SPP itu yang mengeluarkan penerbit, jadi kita yang menawarkan buku kita ke penerbit baru SPP keluar. Buku yang diajukan ke penerbit sampai ada keputusan diterima atau tidak biasanya paling lama 3 bulan.

Om Jay juga memberikan kiat agar buku kita dapat diterima oleh penerbit mayor. Menurut beliau Pelajari syarat syarat yg diminta penerbit. biasanya sudah ada di websitenya.

Kesimpulan materi malam ini adalah untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor perlu kolaborasi dan membangun supertim dalam wadah organisasi profesi guru yang kredibel dan sudah berpengalaman.


Cara Praktis Menulis Buku


Tugas 10 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Cara Praktis Menulis Buku
Narasumber : Sri Sugiarti

Pada materi ke-10 pelatihan menulis KSGN, yang menjadi narasumber adalah Ibu Sri Sugiarti. Beliau merupakan sosok penulis yang sudah banyak menerbitkan buku, baik melalui penerbit mayor maupun penerbit indie. Total ada 17 buku yang pernah beliau tulis. Saat ini beliau tercatat sebagai Kepala SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta. Beliau juga aktif sebagai pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah.

Pada awal sesi,  kami diberikan materi dalam sebuah file power point yang berjudul “Cara Praktis Menulis Buku”. Dalam materi tersebut disebutkan bahwa hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Banyak yang sebetulnya ingin menjadi penulis, namun hanya sekian persen saja yang dapat mewujudkannya.

Menurut beliau, ada beberapa alasan yang biasanya menjadikan seseorang untuk menulis.
1. Orientasi material. Tujuannya mengejar uang, bisa dari royalti, fee pembicara dan semacamnya. Apalagi jika berhasil  menulis novel yang sampai diangkat ke layar lebar.
2. Orientasi eksistensial. Tujuannya mengejar popularitas dan pengakuan Dari masyarakat
3. Orientasi personal. Bersifat lebih pribadi dengan tujuan untuk mencurahkan atau mengekspresikan perasaan, pengalaman atau kisah pribadi agar dapat dibaca oleh orang lain.
4. Orientasi sosial. Tujuannya untuk mempengaruhi atau mengubah cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban.
5. Orientasi spiritual. Tujuannya untuk beribadah dan memperoleh pahala dengan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik.

Namun, tidak dipungkiri bahwa dalam pelaksanaanya, ada beberapa kendala dan hambatan dalam menulis.
1. Merasa tidak berbakat menulis
2, Tidak memiliki waktu
3. Tidak memiliki ide
4. Tidak suka menulis
5. Tidak berani menerima kritik

Bu Sri juga menyatakan dalam materinya bahwa ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis yang baik.
1. Perlu banyak membaca buku.
2. Mendiskusikan isi buku yang sudah dibaca
3. Amati dan rasakan apa yang terjadi di sekitar kita
4. Bersosialisasi agar dapat memperoleh pengetahun, pengalaman dan kisah dari orang lain.

Dalam menulis juga memerlukan persiapan seperti yang dikemukakan oleh bu Sri.
1. Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide
2. Menentukan Tujuan, Genre dan Segmen Pembaca
3. Menentukan Topik
4. Membuat Outline
5. Mengumpulkan Bahan Materi/Buku

Bagi penulis pemula, beliau menyarankan sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Menulis itu harus sabar. Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.

Setelah mempelajari materi, kemudian beliau mengajak para peserta pelatihan menulis untuk berdiskusi mengenai materi tersebut yang kemudian bisa saya simpulkan sebagai berikut.
1. Menulis itu merupakan suatu keterampilan.
2. Bergaul dengan komunitas menulis akan meningkatkan semangat kita dalam menulis termasuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan penulisan sampai proses penerbitan sebuah buku.
3. Tidak ada kata terlambat dalam menulis, karena beliau juga baru menulis di usia 50 tahun itupun karena melanjutkan kuliah S2.
4. Ketika mencari referensi sebuah buku, carilah berdasarkan passion kita dan genre yang akan kita tulis.


Solusi Pembelajaran Daring Di Tengah Keterbatasan


Tugas 9 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Media Pembelajaran Daring untuk Sekolah Desa dan Kota
Narasumber : Om Jay

Beberapa bulan ini, virus corona baru atau covid-19 telah menyebar ke berbagai negara. Virus yang diduga berasal dari Wuhan, Tiongkok ini telah menimbulkan banyak korban jiwa dan menginfeksi lebih dari ratusan ribu jiwa.

Di Indonesia, virus ini mulai menyebar pada awal Maret 2020. Saat itu Pak Jokowi bersama Menteri Kesehatan melakukan konferensi pers dan menyatakan bahwa ada dua warga Negara Indonesia yang telah terinfeksi virus covid-19. Semakin hari korban yang terinfeksi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Bahkan beberapa diantaranya telah meninggal dunia.

Di Jakarta sendiri tempat saya saat ini tinggal, korban yang terinfeksi paling banyak diantara provinsi lainnya di Indonesia. Hal ini membuat Pak Anies selaku Gubernur Provinsinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah baik formal maupun non formal. Kemudian langkah tersebut diikuti dengan pemberlakuan Home Learning atau pembelajaran di rumah bagi siswa. Berbagai media daring mulai dari whatsapp, google form, quizizz, kahoot, google classroom dan lainnya mulai banyak digunakan kembali oleh para guru.

Virus covid-19 ternyata juga mulai menyebar ke berbagai daerah di luar Provinsi DKI Jakarta. Hal itu menyebabkan beberapa daerah juga mulai diberlakukan kebijakan serupa untuk meliburkan kegiatan sekolah.

Bagi siswa di Jakarta, pembelajaran Home Learning mungkin tidak terlalu sulit karena didukung dengan berbagai fasiitas yang tersedia, mulai dari computer, tablet, jaringan listrik dan jaringan internet yang stabil. Namun, jangankan internet, di beberapa daerah ada yang belum teraliri listrik.

Pada materi penulisan online ini, Om Jay selaku penggagas, menyatakan bahwa ada seorang peserta seminar di NTT yang bertanya kepada beliau. Menurut penanya tersebut, sekolahnya di pelosok sehingga listrik hanya menyala pada malam hari.  Jaringan internet juga tidak stabil. Pembelajaran dalam jaringan mudah-mudahan bisa dilakukan jika kondisi listrik sudah 24 jam, atau sinyal internet sudah stabil plus ada bantuan komputer atau minimal tablet dari pemerintah. Sehingga penanya tersebut menanyakan apa yang bisa dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran daring? Para peserta pelatihan diminta untuk mendiskusikan permasalahan tersebut. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti pelatihan, berikut beberapa pendapat yang menurut saya relevan dengan situasi tersebut.

1.      Menurut saya tidak perlu dipaksakan pembelajaran online kalau keadaan tidak memungkinkan. Kasih penugasan rumah saja. Kumpulkan saat masuk sekolah. Mungkin begitu pendapat saya.
2.       Belajar sekedarnya saja, tidak perlu terlalu dikendalikan. Beri siswa kebebasan untuk belajar dengan caranya sendiri.
3.    Guru siapkan amplop amplop materi, serahkan kepada ortunya... berikan satu amplop 1 hari tentang materi tersebut dan jadikan project.
4.   Dalam pembelajarannya  jaga kesehatan membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan,  apapun bisa siswa diberikan tugas. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik...pas online infokan ke grup siswa.
5.   Selama 14 hari, guru bisa membuat aplikasi merdeka belajar...bisa dibuat inovasi pembelajaran😄..untuk lomba inobel tahun 2020, mantaap ini..
6.       Saya teringat materi dari kepala pusat bahasa Gorontalo. Biarkan anak menulis, kalau sudah menulis, sudah tentu nilainya 100 karena, memberi arti bahwa dia telah banyak membaca.
7.       Saya akan perjuangkan Sapras tsb ada di daerah saya, Listrik melalui PLN atau kementerian ESDM , Minimal tenaga Surya, Utk internet akan di upayakan antena satelit, Demikian jawaban sementara Om.Jay
8.       Itu tantangan untuk menciptakan sumber listrik mandiri dari tenaga surya (jangka panjang-gak bisa instan)
9.    Menurut pendapat saya, kita tidak usah memaksakan diri utk melakukan pembelajaran daring bila belum siap. Baik itu siap dr sarananya (listrik, alat - alat TIK, dan jaringan), dan belum siap krn kompetensi guru dlm menggunakan TIK masih terbatas. Pembelajaran daring adalah salah satu opsi. Bukan satu - satunya.
10.   Guru membantu siswa membuat laporan  diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah.
11.   Menurut saya untuk kebutuhan listrik memang berat, kecuali sdh ada alternatif sumber energi yg tidak bergantung pada pemerintah. Pernah lihat di TV ada wanita pelopor energi alternatif yg sdh keliling dunia, tp persisnya dari mana lupa. Untuk tablet sebetulnya bisa menggunakan dana bantuan pemerintah yg tahun ini dinaikkan nominalnya. Tentu saja setelah pembiayaan guru honorer sdh terpenuhi secara optimal dan maksimal. Dg catatan tidak ada lagi sulap menyulap SPJ ataupun mark up anggaran/pembelanjaan.
12.   Jawaban satu lagi Om... Gunakan wifi tanpa jaringan internet.
13.   Bisa juga dg metode kaya' kita sekarang di grup ini. Kita menggunakan WA Group.
14.   Beli genset utk solusi masalah Listrik.
15.   Usul sarpras surya panel, lebih ekonomis, rakit sendiri lihat di youtube.
16.   Tidak semua anak di sekolah saya yang orang tuanya memegang hp android, jadi ketika sekarang ada libur 2 minggu saya kasih tugas tiap hari lewat WA dengan mencantumkan hari dan tanggal dan meminta tolong agar temannya memberitahukan teman yang tidak punya hp tersebut. Tugas tentunya materi yang sudah dipelajari.
17.   Betul, kami yg dipelosok negeri blm ada apa", tahun lalu sdh ada bos afirmasi tp sampai saat ini blm ada info bos afirmasi cair atau dananya dikembalikan.
18.   Atau temui Pemerintah kabupaten, OPD kominfo, esdm, PLN ... Minta saran terbaik dari para ahli disana, saran yang lengkap dan bisa di wujudkan, agar PBM yang diharapkan bisa terselenggara,
19.  Anak menulis pakai buku tulis yang ada, biarkan mereka berkarya...apapun tulisan mereka beri penghargaan, berikutnya akan lebih bagus lagi.
20. Menurut saya tetep tidak efektif, apalagi medianya hanya menggunakan chat whatsapp, karna konsentrasi anak akan jauh berbeda dengan ketika tatap muka.
21. Peran guru sangat diharapkan. Karena internet hanya malam 1.materi yang akan diajarkan di download dulu. Jadi ketika di kls. sdh bisa di sampaikan secara off line.
22.   Pembelajaran secara online. Karena internet hanya pada MLM. Kita bisa pembelajaran secara online MLM hari. itulah kemudahan teknologi tak ada lagi batasan waktu dan jarak.semua bisa dikafer. Tergantung kreatifitas dan bagaimana kita menyikapi sebuah kekurangan
23. Ajukan proposal untuk program CSR kebeberapa perusahaan, ad bbrp yg mw suport full ttg peningkatan fasilitas sekolah, bahkan sampai proses penjaminan mutu sekolah.
24.   Jika sarana pendukung (listrik,koneksi internet,komputer/lptop) sdh siap langkah selanjutnya adalah mempersiapkan guru2 yang akan menyampaikan materi secara daring.komunikasikan media apa yg cocok digunakan. Apakah pakai aplikasi e-learning yg sdh ad atau media lain yg dirasa mudah diterapkan.
25.   Pembelajaran dlm jaringan saat ini sangat penting diterapkan.trutama utk stuasi2 tertentu.
26.   Buat form lembar tugas , ala agenda ramadhan,, bagikan kpd siswa, Jika tdk ada perangkat.
27.  Hal yang saya lakukan mengajukan proposal untuk mohon bantuan kepada pemerintah minimal dinas pendidikkan untuk ikut membantu demi kemajuan pendidikkan dan berkualitas.
28. Siswa bisa belajar computational thinking materinya ada di buku Informatika yang diterbitkan Penerbit ANDI Yogyakarta.
29.   Saya setuju sarana & pra sarana sangat dibutuhkan utk pembelajaran daring apalagi daerah yg belum terjangkau internet perlu dipersiapkan oleh pemerintah/masyarakatnya terlebih dahulu.
30. Makasih Kesempatannta Om J. menurut pengamatan dan pengalaman lama, ada 3 cara yg dpt ditempuh: 1. Japen 2 jamen dan 3. Japang. Japen: libatkan pemuka kampung/ msy kaya dg infak wajib 1 HP   untuk mendanai satu rumah warganya yg sekolah. 2. Dengan menjalankan sumbangan sukarela ke perantau Maluku di luar daerah di perkumpulannya. 3. jangka panjang, pembrrdayaan warga kampung sendiri dengan sistem simpanan bajapuik berupa beras genggam atau uang recehan, di gabung perpekan lalu dibelikan hp dg sistem arisan . cara pertama telah dilakukan oleh pemuka msyrkt  Pandam Gadang suliki di saat membiayai kuliahnya Tan Malaka ke Belanda, atas usul Bu Horensma, nama yayasan itu Engkufonds..
31.  Apakah siswa sebagian besar punya HP? Jika YA : Berikan tugas membuat vlog 5 menit apa saja yg mereka pelajari sesuai materi per hari. Bentuk tugas bisa individu/kelompok. File video dikumpulkan ketika masuk sekolah. Jika TIDAK : Siswa diminta mengumpulkan resume/mind mapping materi per hari di selembar kertas/di buku catatannya.
32.  Saya mencoba menceritakan pembelajaran yang digagas sekolah TK anak saya: sekalipun ditempat kami berada saat ini listrik dan jaringan cukup baik, namun kondisi ekonomi yang beragam membuat pembelajaran daring sulit untuk dilakukan. Solusi dari sekolah adalah memberikan cetak tugas kepada orang tua, dan orang tua diminta bekerjasama mengatur ritme belajar siswa. Demikian pengalaman yang saya peroleh dari sekolah anak saya.
33. Ditempat saya banyak sekolah dan sd, smp, dan sma yg tidak terjangkau oleh sinyal enternit d listrik.. Tetapi dtahun 2019 mereka jg bisa melaksanakan unbk... Dengan adanya kontrak pemda dengan pln d TELKOMSEL... Daerah saya Balangan kaya dengan tambang batubara..
34. Kalau mnurut saya...kita harus memperhatikan karakteristik siswa. Contohnya d sekolah saya tidak semua siswa punya hp...kadang ada yg punya hp namun paket datanya g ada... Karean perekonomian kita yg berbeda beda..
35.  Kita tidak bisa memaksakan satu metode ke semua siswa...dan juga kita harus bersikap adil. Apalagi mengingat hanya d liburkan selama 2 minggu. kurang lebih kita hanya kehilangan 2-3   kali pertemuan... Biarlah siswa belajar dengan cara mereka sendiri... Cukup hanya pemberian tugas/pr utk memperdalam materi yg telah lalu
36. Kalau di SD, libur 2 minggu, berarti guru kelas kehilangan 12 pembelajaran (krn 1 hari 1 pembelajaran)
37.  Menurut saya cara yg paling efektif adalah dengan membuat kumpulan lembar kerja peserta didik untuk setiap harinya. karena pengalaman stelah sehari ini mengadakan kelas virtual masih ada beberapa siswa dan orang tua yg belum memberikan perhatian terhadap tugas online yg diberikan.
38. Saya kab.Balangan..Kalsel.. Kab. Baru dresmikan.. Dekat dengan wacana ibu kota pindah.. Itu sekitar  30 km dari tempat saya.. Dtempat saya masih banyak masyarakat nya yg tdk tersentuh dgn pendidikan.. Aparat d pegawai nya rata 2 pendatang.. Bahkan hampir sama 80 persen dari jawa..
39.  Kebetulan ditempat kami jaringan internet lumayan stabil tp  sarana tdk memadai. Tdk semua wali murid punya HP jd utk pembelajaran daring kita kesulitan.  Solusi yg kita ambil  memberikan tugas utk d kerjakan d rmh.
40.  Menurut saya,,, saya juga mengajar didaerah yg jaringan boleh dikatakan tidak ada,,, hal yang saya lakukan adalah saya bekerjasama dg orang tua,,,, meminta orang tua memantau anaknya dalam belajar,,, buku belajar saya berikan ke anak, setiap hari anak menulis informasi  penting yg terdapat pada bacaan yg dibacanya dg bahsa sendiri,,, sehingga 12 hari libur berarti siswa tetap belajar,,,namun setiap hari kita kontrol orang tua dg nelfon atau sms,,,, karna ada sebagian orang tua hp nya tidak ada wa,,,memang butuh usaha dan pengorbanan,,, nanti kalo sudah skolah kita lihat semua tugas siswa,,, mana yg rasanya kurang dipahami anak, itu yg kita diskusikan.
41.  Menurut saya guru merencanakan dulu tugas yg akan diberikan. Dan di share lewat WA.  Jika tdk punya hp diberitahu teman yg rumahnya dekat ( sebagai pendidikan karakter.) Peserta didik mengerjakan tugas.  Dan dikumpulkan jika sudah masuk sekolah. Jika listrik tdk ada. Datang ke tetangga terdekat. Dan minta ijin yang punya listrik dan jaringan Wi-Fi . Untuk menyelesaikan tugas. Karena ekonomi peserta didik berbeda antara satu dengan yg lainnya.
42. Hhmm..iya bu saya lupa mempertimbangkan yg SD. Walaupun demikian menurt saya juga tidak perlu dipaksakan merekan utk belajar...apalagi masih SD..mnurt perkembangannya...meman masa2 mereka sangat gemar utk bermaian...apak efektif jika digunakan metode daring ke mereka?
43. Kalau di saya tidak efektif. Krn gurunya saja tidak paham ttg pembelajaran daring, sekalipun pakai WA. Apalagi siswanya. Latar belakang ortu sebagian besar petani. Yg punha hp android dalam satu kelas, paling 2 - 3 orang tua. Anak tidak punya sama sekali.
44. anak didik bekerja sesuai hobinya permapel dalam bentuk karya keterampilan jadi dan bentuk laporan tertulis sederhana langkah kerjanya.
45. Metode daringnya lewat WA aja, diberi tugas orangtuanya juga ikut menyimak dan membimbing, kalau anak sudah menyelesaikan tugas dari guru orangtua langsung menandatangani.
46.   Belajar sambil bermain saya rasa masih efektif untuk anak di tingkat sekolah dasar.
47.   Betul pak naf, kalau saya sengaja ngasih tugasnya lewat WA biar ortunya juga ikut berpartisipasi krn tugas saya usahakan tiap hari, sejauh ini walau masih satu hari orang tua selalu respon dan menyetor hasil tugas anaknya, tentunya ada tanda tangan ortunya, semoga lancar sampai 2 minggu kedepan. Dan ketika nanti masuk tugas anak2 lengkap😁
48. Ank ank tdk semua punya HP. Krn zonasi. Jd guru hrs pinter menyesuaikan kondisi peserta didik. Nah td pagi kita breefing antara kepsek, guru & seluruh karyawan dlm rangka menyikapi kebijakan pemerintah. Khususnya wilayah kami. Nah, dengan situasi yg mendadak, & tidak semua punya gedget, WA & medsos yg bisa berpetualang di dunia maya, maka Bpk kepsek & kesepakatan bersama, semua guru langsung saat itu membuat penugasan yg bersifat pembelajaran dan bisa dikerjakan di rumah masing-masing peserta didik, tanpa hrs keluar rumah.
49.   Pembelajaran yg dilakukan ditulis atau diketik kemudian diserahkan kepada kurikulum.
50.   Kurikulum setelah terkumpul semua rencana pembelajaran yg dibuat oleh guru, untuk pembelajaran di rumah tsb, kemudian dishare ke wali kelas. Wali kelas menjelaskan & menginformasikan ke peserta didik, juga kepada wali murid di kelasnya. Tugas & materi pembelajaran yang diberikan, boleh di rumah, bila telah selesai bisa langsung dikirim ke guru jika punya medsos. Lewat Whatsapp misalnya.

Begitulah kira-kira solusi yang diberikan oleh para peserta pelatihan menulis. Mudah-mudahan bisa memberi gambaran bagi kita jika berada di suatu wilayah yang tidak memiliki listrik ataupun jaringan tetapi harus melakukan pembelajaran dalam jaringan ataupun pembelajaran jarak jauh.

Senin, 23 Maret 2020

Bunda Lilis, Guru Inspiratif dari Daerah 3T


Tugas 8 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Menjadi Guru Tangguh di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
Narasumber : Lilis Ika H. Sutikno

Menjadi guru tangguh di daerah 3T itulah tema materi penulisan online kali ini. Narasumbernya adalah Bunda Lilis Ika H. Sutikno yang dikenal sebagai Bunda Lilis. Beliau merupakan guru SMP di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Guru adalah inspirasi merupakan salah satu judul buku yang telah berhasil beliau tulis yang menceritakan pengalamannya mengajar di daerah 3T.

Bunda Lilis menyampaikan bahwa beliau menulis buku karena AGUPENA (Asosiasi Guru Penulis Indonesia) NTT, dimana beliau adalah salah satu pengurusnya. Sebagai seorang pengurus organisasi guru penulis, beliau merasa malu ketika Muswil pertama tidak satupun yang menulis buku sendiri. Ada yang menulis buku, tetapi keroyokan. Itupun difasilitasi oleh AGUPENA pusat. Karena menutup rasa malu itulah beliau memenuhi kebutuhan untuk Muswil. Beliau menulis buku !!!

Buku yang beliau tulis bercerita tentang keseharian yang ditulis di FB. Dimana dalam setiap kegiatan, momen dan perjalanan dinas selalu beliau abadikan di FB tersebut Beliau memilih momen-momen penting yang beliau tulis di FB dan mendapat banyak like untuk dijadikan sebuah buku.

Tulis...
Tulis.....
Tulis.......

Muat di FB, tambah foto, tambah video...

Dibumbui royco... dan masako...

Di ramu di racik, di sedapin pakai di oven juga...

Kata-kata itulah yang selalu beliau sampaikan kepada para peserta pelatihan menulis online agar bersemangat dalam menulis.

Awalnya beliau hanya memiliki hobi menulis saja. Kemudian mencari orang ahli dalam organisasi untuk jadi editor buku yang akan diterbitkan. Buku pertama yang beliau terbitkan dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dengan modal pribadi 32jt rupiah. Buku tersebut beliau jual dengan harga Rp. 75.000,-. Beliau mengaku setelah dikurangi modal dan sebagainya, masih ada untung lebih dari 20Jt rupiah. Buku habis terjual dan saat ini cetak ulang dengan cover Best Seller.

Buku-buku yang sudah diterbitkan banyak yang beliau jual sendiri dengan mendatangi sekolah-sekolah. Ketuk pintu kepala sekolah lalu mengenalkan diri. Menurutnya sebagai penulis kita harus percaya diri. Seperti kalimat berikut yang selalu beliau sampaikan saat mempromosikan bukunya ke sekolah-sekolah

Kenalkan saya ibu guru cantik, Guru Inspirasi, Bunda Lilis Sutikno, penulis buku”

Selain percaya diri, beliau juga menyampaikan bahwa dalam mempromosikan sebuah buku kita harus positif dalam berpikir.

Buku saya bagus. Sangat menginspirasi dunia”.

Menurut beliau, orang jualan narkoba sembunyi-sembunyi saja laku. Masak kita jualan buku, bagus lagi. Pasti Allah buka jalan keberkahan untuk menjadi kaya raya karena menulis buku. Dengan berpikir positif. Berkata positif. Hasilnya pasti juga positif. Jika belum positif, menurut suaminya, GAS GEREEE, yang dalam bahasa Flores Timur artinya gas kencang naik motor dengan kecepatan sangat tinggi.

Gas gereee....
Tahajudnya...
Dhuhanya...
Baca Al-Qur'annya...
Istigfarnya....
Solawat Nabinya...
Sedekahnya....

Pada akhir-akhir penyampaian, beliau menyatakan bahwa untuk menjadi sukses, banyak halangan dan rintangan menghadang. Banyak cacian dan hinaan. Banyak cibiran dan fitnah. Maka, miliki prinsip hidup CUEK SEBAGIAN DARI IMAN. Jika kanan kiri muka belakang bicara tentang kita. Berkatalah pada mereka yang ada. Saya tahu apa yang meraka katakan tentang saya di belakang sana, tetapi saya tak mau tahu itu. MAJU TERUS PANTANG MUNDUUR. Sekali layar terkembang pantang kita kembali ke dermaga lagi. Laju terus biar angin badai menghantam. Lajukan kapal dengan kemudi kuat iman di dada serta hanya berharap pada ridho Allah semata.

Begitulah kalimat-kalimat positif yang selalu beliau sampaikan kepada para peserta.

Beliau menutup sesi dengan resume mengambil kata bijak dari Pramoedya Ananta Toer :

Kesalahan orang yang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai

MENULIS adalah SEBUAH KEBERANIAN

Maka menulislah agar kamu berani !!!


Minggu, 22 Maret 2020

Menulis Kisah Perjalanan Atau Traveling


Tugas 7 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Menulis Kisah Perjalanan Atau Traveling
Narasumber : Taufik Hidayat

Traveling atau lebih kita kenal dengan jalan-jalan, merupakan hal yang sangat mengasyikan. Terlebih jika kita mengunjungi tempat-tempat wisata yang dapat membuat nyaman dan menenangkan pikiran. Nah, materi kali ini adalah bagaimana menulis kisah perjalanan atau traveling. Narasumber kali ini adalah Pak Taufik Hidayat yang berprofesi sebagai dosen juga hobby travelling dan memiliki beberapa blog. Sempat menulis beberapa buku travelling khususnya ke masjid-masjid di berbagai negara. Berikut salah satu buku yang beliau tulis.


Pak Taufik menyampaikan trik menulis mengenai traveling.

1. Menulis dengan observasi. Melihat mengamati dan kemudian sedikit Menganalisa sambil mencoba mencari informasi lebih dalam tentang tempat yang kita kunjungi melalui wawancara atau juga brosur atau papan informasi.

2. Cari keunikan dan ciri khas dari tempat  yg kita kunjungi.

3. Pelajari sejarah dan bahkan latar belakang budaya serta situasi latar belakang politik kota atau negara yang kita kunjungi .

4. Pengetahuan tentang bahasa lokal juga akan memperkaya tulisan yang kita buat. Pengetahuan bahasa bisa diperoleh secara otodidak atau melalui kursus. Beliau sendiri memang suka belajar bahasa. Banyak baca buku percakapan dalam bahasa Rusia, Spanyol, dan lain-lain. Beliau juga  pernah kursus bahasa Jerman di Goethe institut.

Beliau berpendapat bahwa salah satu cara dan teknik dalam menulis adalah judul yang menarik. Teknik memberi judul dengan nama yg sudah kita kenal. Beliau memberi contoh misalnya jalan utama di kota Tblisi yaitu rustavellli avenue kita juluki Malioboro. Tblisi adalah ibukota Georgia negara eks Soviet di kaukasus Disana ada Bridge of peace di atas sungai kura yang indah. Abjad Georgia indah bagaikan abjad Jawa. Sehingga berdasarkan hal tersebut beliau menulis tentang rustavellli dengan judul “Rustavelli Avenue, Malioboro-nya Kota Tbilisi” yang dimuat di laman kompasiana.

Saat kita berkunjung ke suatu tempat, pastinya kita akan mengambil foto untuk sekedar kenangan. Menurut Pak Taufik, kita bisa memanfaatkan foto agar lebih mudah lagi dalam menulis. Biarkan gambar yg bercerita. Kita terjemahkan dengan kata-kata yang kaya makna.

Menurut beliau yang penting kalau menulis travel mengalir saja. Karena hidup kita sendiri sesungguhnya suatu perjalanan yang penuh dengan kejutan yang nikmat. Karena itu nikmati saja segala kejutan dan bacalah dunia dengan mata hati dan jiwa . Disana terlukis dengan bahasa visual yang universal keindahan dunia dengan segala misteri dan pesan yang penuh makna.

Pada akhir sesi beliau menyampaikan kesimpulan materi mengenai menulis traveling.
1. Tulis saja apa yg kita lihat.
2, kembangkan dengan cakrawala sosial budaya dan unsur lain yang menarik.
3. Kalau berbentuk artikel usahakan judul yang menarik.
4. Be yourself. Gunakan gaya bahasa yang kita nyaman.
5. Jangan tunda. Mulai menulis besok.


Belajar dari Duta Rumah Belajar


Tugas 6 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Pengalaman Menjadi Duta Rumah Belajar
Narasumber : Iriani, S.Pd., M.Pd.

Materi ke-5 pada pelatihan menulis online KSGN kali ini adalah Ibu Iriani. Dari curriculum vitae yang saya lihat beliau merupakan seorang guru kimia di SMAN 2 Kota Ternate. Saat ini beliau juga aktif sebagai wakil ketua PGRI Provinsi Maluku Utara periode 2015-2020. Beliau juga banyak melakukan penelitian di bidang sains. Penghargaan dan prestasi sudah tidak bisa dihitung dengan jari. Salah satu yang akan dibahas dalam pelatihan menulis kali ini  yaitu prestasi beliau menjadi Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Beliau berbagi pengalamannya tentang bagaimana menjadi Duta Rumah Belajar Nasional Kemdikbud.

Dilansir dari laman Kemdikbud, Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berisi lebih dari 12.934 materi belajar. Sedangkan Duta Rumah Belajar adalah guru-guru terpilih yang merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemendikbud) dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di masing- masing provinsinya.

Menurut Bu Iriani, Maluku utara adalah pengguna Rumah Belajar yang paling sedikit pada tahun 2017- 2018, karena kurang sosialisasi tentang Rumah Belajar. Di samping itu kurangnya akses jaringan internet  merupakan kendala utama bagi untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK. Peserta yang mengikuti PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) tahun 2017 hanya 4 orang dari jumlah guru 22.000 orang di Maluku Utara. Pada Tahun 2018 peserta pembaTIK Maluku Utara bertambah 30 orang dan beliau menjadi salah satu diantara peserta tersebut.

Syarat mengikuti Seleksi Duta Rumah Belajar setiap tahun itu berbeda- beda. Pada tahun 2018 saat beliau mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar, terdapat 4 tahap pemilihan mulai dari level 1 sampai level 4.

Pada level 1 ( level literasi) persiapannya adalah mengikuti pembelajaran TIK berbasis online kemudian ada ujian onlinenya.

Level 2 ( implementasi TIK). Pada level ini beliau menyiapkan kelas sebagai model implementasi Pembelajaran berbasis TIK dengan cara yang inovatif dan divideokan.

Level 3 ( kreasi TIK). Pada level ini beliau merancang media, video atau bahan ajar yang kreatif dan dapat dishare kepada para guru dan teman-teman di tingkat kabupaten atau provinsi. Beliau juga bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi dan bimtek Rumah Belajar dan membantu para guru yang ingin belajar bersama Rumah Belajar. Setiap kegiatan kita tersebut dilaporkan ke media sosial, ditulis dalam bentuk artikel, poster atau bisa juga dibuatkan penelitian tindakan di sekolah dan lain- lain.

Level 4 ( Berbagi TIk). Pada level ini beliau diundang ke Jakarta sebagai finalis Duta Rumah Belajar provinsi dan diseleksi dari 35 provinsi ( Bali ada 2 utusan) dan mencari  Duta Terbaik, Duta Terinovasi dan Duta Terkreatif. Pada sesi presentasi dan wawancara beliau diharuskan membawa karya terbaik  dan diseminarkan.

Setelah beliau terpilih sebagai Duta Rumah Belajar, beliau mulai menggiatkan Rumah Belajar Provinsi Maluku Utara. Bekerja dan terus bekerja mendampingi  guru dan siswa dan memfokuskan perjuangan  di daerah 3T.

Beliau merasa terpanggil untuk membangun pendidikan di Maluku Utara terutama para guru di daerah 3T khususnya. Menurut beliau, sebagian besar guru di Maluku Utara masih belajar menggunakan TIK dan belum sampai tahap memanfaatkan TIK.

Ada 3 Kendala utama yang dihadapi oleh guru-guru di Maluku Utara menurut beliau.
1.motivasi guru yang sulit move on dari kebiasaan lamanya
2. Jaringan internet dan listrik yang tidak ada atau belum lengkap.
3. Pelatihan guru untuk bidang TIK masih kurang merata dan jarang.

Beliau berpendapat bahwa dengan adanya Rumah Belajar ini sangat membantu para guru dan siswa untuk mulai literate terhadap TIK dalam pembelajaran di kelasnya. Berkat usahanya juga beliau bisa membantu dan memfasiltasi belajar para guru di daerah 3T dan kota di provinsi sebanyak 1866 orang dan itu tanpa bantuan anggaran dari pemerintah  daerah alias Free. Berkat kerja ikhlas tersebut beliau terpilih bersama duta Rumah Belajar terkreatif Jawa Tengah  untuk mewakili Indonesia ke Australia tahun 2019 kemarin.

Pada akhir materi beliau menyampaikan hikmah perjalanan yang beliau dapatkan yaitu "jika kita bekerja dengan ikhlas maka Allah Tuhan yang Maha Adil akan selalu berada bersama kita. Setiap kebaikan akan dibalas kebaikan dan semua keburukan akan dibalas sesuai amalan kita".



Jumat, 20 Maret 2020

Membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial


Materi 5 Pelatihan Menulis Online KSGN
Tema : Membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial
Narasumber : Namin AB Ibnu Solihin

Materi ke-5 pada pelatihan menulis online KSGN kali ini adalah mengenai membangun branding melalui blog dan media sosial. Mungkin bagi sebagian orang blog sudah tidak asing lagi. Namun ada juga beberapa guru yang kurang begitu paham mengenai blog. Apalagi sampai menulis di blog dan membangun personal brandingnya sendiri. Materi inilah yang disampaikan oleh Pak Namin selaku pemateri pada pelatihan yang ke-5 ini.

Pak Namin yang memiliki nama lengkap Namin AB Ibnu Solihin merupakan seorang founder motivatorpendidikan.com. Beliau dikenal sebagai motivator & trainer pendidikan, pembicara seminar parenting, konsultan branding sekolah, dosen, blogger pendidikan, dan penggiat pendidikan. Salah satu hal yang menarik dari beliau adalah mengajarkan kepada 3 putri dan 1 putra yang hidup tanpa gadget dan televisi.

Awal mula beliau ngeblog pada tahun 2007. Saat itu beliau ngeblog hanya untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Lebih dari 10 blog pernah dibuat oleh beliau. Namun, saat ini semua blog tersebut sudah beliau hapus.

Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  beliau mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama.

Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 beliau mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

Pada tahun 2014 beliau dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.

Dilansir dari laman www.motivatorpendidikan.com ternyata pada tahun 2012 beliau mulai melakukan Branding bagi dirinya sendiri, Ilmu Branding dipelajarinya secara otodidak sejak tahun 2007. Selama perjalanan menjadi Guru dan Kepala Sekolah beliau banyak membuat Ide dan Gagasan untuk mengembangkan sebuah sekolah seperti medesign logo, membuat kegiatan yang menarik, dan mendesign kurikulum. Pada awal-awal ide dan gagasanya banyak ditentang oleh pihak-pihak tertentu, karena dianggap keluar dari jalur kebiasaanya, namun lambat laun akhirnya ide dan gagasannya bisa terima dan akhirnya beliau berhasil melakukan Re Branding pada berbagai sekolah yang didampinginya.

Membranding diri tidaklah mudah, itulah kenyataan yang dialami oleh beliau tercatat tahun 2012-2015, beliau melakukan beberapa kali Branding untuk dirinya namun hasilnya tidaklah memuaskan. Beliau pernah membranding dirinya sebagai founder @guruberakhlak dengan mendirikan guruberakhlak.com, founder @gurubicara dengan mendirikan gurubicara.com, founder @bisaberbagi dengan mendirikan bisaberbagi.com, founder @komunitasguruinspiratif dan beberapa branding lainnya.

Menurut beliau membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.  Ada tiga poin yang menjadi catatan bagi saya yang saya kutip dari pemaparan beliau.

Pertama, membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.

Kedua, membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Ketiga, menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kalau mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Melalui slide yang beliau bagikan dalam pelatihan ini, selain ketiga hal tersebut di atas, ada beberapa tips lain dalam membangun branding melaui blog dan media sosial atau dengan kata lain anda dikenal sebagai apa di google? Seorang guru kah? Motivator-kah? Blogger-kah? Atau justru seorang guru yang juga seorang blogger? Nah berikut tips dari beliau.

1. Kenali potensi dan passion anda.
2. Buat nama/alamat blog sesuai branding yang telah anda tentukan. Unik, simple dan mudah diingat.
3. Menulislah sesuai passion anda. Publish potensi terbaik yang anda miliki di blog.
4. Menulis konten di blog sesuai permintaan pembaca. Lihatlah pada pencarian tulisan di statistic blog anda.
5. Selalu masukan/ketik keyword atau tags pada konten tulisan anda di blog sesuai branding yang anda miliki.
6. Kelola blog dengan konsisten dan design yang kreatif dan informative. Lebih keren gunakan domain dan hosting berbayar.
7. Share tulisan anda di blog melalui medsos. Bangun branding anda di medsos dengan menghadirkan konten yang positif
8. Jangan plagiat/copy paste tulisan orang lain. Menulislah dengan percaya diri sesuai kapasitas.

Perlu diketahui, sejak tahun 2014 Pak Namin mulai menjadi Trainer dan Motivator Pendidikan secara professional dengan Branding Motivator Pendidikan Kreatif dan membuat blog motivatorkreatif.wordpress.com. Pada tahun itu jadwal trainingnya sudah mulai padat, tema-tema yang dibawakan adalah “Mendidik Dengan Keteladan dan Cinta” tema ini diambil dari buku yang ditulisnya dan tema-tema pendidikan lainnya. Hingga akhirnya tahun 2015 beliau harus memutuskan jalan terbaik baginya, dengan prinsip “Wajib dapat uang halal” maka Jabatan Kepala Sekolah, Guru, dan Sertifikasi guru ditinggalkannya, karena beliau tidak mau mendapatkan uang tersebut sementara dirinya tidak mengajar dan tidak hadir jadi kepala sekolah serta dengan atas dasar kemaslahatan yang lebih banyak agar ide dan gagasan beliau dalam dunia pendidikan dapat dirasakan oleh guru diseluruh Indonesia.

Satu kata dari saya untuk beliau “Hebatttttttt””



Berlibur Ke Pantai Jetis

Oleh :  Adinda Chintya Ariyanto Kelas : 6A SDN Harapan Mulia 03 Pada hari Kamis tepat saat libur sekolah, aku dan keluargaku be...