Senin, 09 Maret 2020

Hal yang tidak bisa dilupakan : Cerita Tentang Ayah


Oleh Ashyfa Dwi Putri
Kelas VI A 
2019/2020

Dari sekian banyak kisah hidupku, Aku masih mengingat satu kisah yang gak pernah aku lupakan.

Tujuh tahun yang lalu di saat Ayah Aku masih hidup, Aku merasa bahagia banget. Dulu Aku dimanja, disayang banget sama Ayah. Setiap Aku nangis abis dimarahin mama, pasti Ayah selalu beliin Aku mainan sampai Aku seneng banget.

Pas puasa tiba, Ayah mengajari Aku puasa. Walaupun itu juga puasa setengah hari. hehehe... Tapi Ayah selalu melatih Aku puasa. Terus Ayah selalu nyuruh Aku buat ngaji. Pokoknya Ayah selalu menyuruh Aku sholat dan mengaji.

Pas hari Seninnya, Aku puasa dan Ayah nganterin Aku ke sekolah. Eh pas Aku TK ada tukang es krim d sekolahan. Eh Aku beli es krim. Ketahuan Ayah. Tapi untung aja Ayah gak marah. Akhirnya Aku malah diajak ke Alfa. Eh Ayah beliin Aku Es krim. Pas sampai ke rumah, eh ketahuan mama deh gak puasa. Tapi untung aja mama gak marah.

Pas puasa yang ke-3 hari, tiba-tiba Ayah gak bangun pas sahur. Eh ternyata penyakit Ayah kambuh dan saat itu Ayah langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam. Saat itu Aku masih TK dan nggak tau apa-apa. Aku disuruh berdoa sama mamah.

Pas 2 minggu nya, Aku tinggal di rumah saudara selama 2 minggu. Namanya itu Lik Siti yang ngerawat Aku. Mamah di rumah sakit jagain Ayah.

Pas hari Minggunya, Aku nengokin Ayah dan Ayah keadaanya makin parah. Aku gak boleh masuk ke dalam ruangan Ayah jadi Aku pulang ke rumah.

Pas malam takbiran Aku kaget, Lik siti ngabarin aku kalo Ayah meninggal. Aku langsung ke rumah dan aku langsung meluk Ayah dalam kondisi nangis. Aku gak mau Ayah ninggalin aku secepat itu. Ayah dipakaikan kain kafan dan aku di kamar nangis sambil berdoa sama Allah SWT. Lalu aku ketiduran.

Besoknya Ayah dimakamkan disaat hari raya Idul Fitri. Aku mengantarkan Ayah ke tempat istirahatnya yang terakhir.

Itulah kisah yang gak pernah aku lupain seumur hidup Aku. Terima kasih Ayah engkau sudah mendidikku dengan baik J

I Love you Ayah J

Syifa



Nasihat dari Om Jay untuk Penulis Pemula


Materi 4 Pelatihan Menulis Online KSGN 
Tema : Nasihat dari Om Jay untuk Penulis Pemula
Narasumber : Wijaya Kusumah (Om Jay)

Minggu malam menjadi hari keempat bagi saya untuk mengikuti pelatihan menulis online yang diselenggarakan oleh KSGN dengan inisiatornya Pak Wijaya Kusumah atau yang sering dikenal dengan sebutan Om Jay. Materi kali ini sangat spesial karena yang menjadi narasumbernya adalah Om Jay langsung. Om Jay merupakan seorang guru, penulis, motivator, trainer dan aktivis yang bergerak di dunia pendidikan. Beliau sudah banyak menuliskan beberapa buku. Beliau banyak menghabiskan waktunya untuk berbagi pengalaman kepada kawan-kawan guru lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Beliau juga aktif mengelola berbagai blog seperti wijayalabs.com, wijayalabs.wordpress.com, wijayalabs.blogspot.com. Selain melalui blog pribadinya, beliau juga aktif menulis di kompasiana https://www.kompasiana.com/wijayalabs.

Melalui karya-karya buku dan tulisannya di blog menjadikan Om Jay diundang untuk mengisi berbagai kegiatan workshop, seminar maupun pelatihan. Hal itu menjadikannya dikenal sebagai seorang trainer dan guru blog. Menurut beliau menjadi seorang trainer dibutuhkan stamina yg luar biasa. Sebab harus bicara dari pagi hingga sore hari. Dia harus kuat bertahan selama 8 jam dalam sehari bila pelatihannya dari jam 08.00 sampai 16.00 WIB. Ada beberapa tips dari Om Jay agar dapat menjaga stamina dengan baik. Berikut tips dari Om Jay:

Materi 3 Pelatihan Menulis Online : Menulis adalah Bela Diri

Tema : Menulis adalah Bela Diri
Narasumber : Dadang Nurullah Koswara

Pada pelatihan menulis online yang ke-3 ini yang menjadi narasumbernya adalah Pak Dudung Nurullah Koswara yang dalam nama di profil WA nya beliau singkat mejadi DNK. Pak Dudung merupakan seorang guru yang aktif dalam menulis. Terbukti dari beberapa catatan beliau baik di media online maupun beberapa media cetak.

Tema malam ini adalah “Menulis adalah bela diri”. Bela diri disini bukan berarti kegiatan yang melibatkan fisik seperti seperti pencak silat, karate atau seni bela diri lainnya. Bela diri disini menurut Pak dudung adalah bagaimana cara kita membalas sebuah kritikan atau masalah mengenai sesuatu hal melalui tulisan. Beliau juga menyampaikan tiga alasan mengapa harus menulis.

Minggu, 08 Maret 2020

Hal yang tidak bisa dilupakan : Pergi Ke Dunia Fantasi

Oleh Afkar Mirza Naufal
Kelas VI A

Pada saat liburan Aku pergi ke Dunia Fantasi dengan keluarga dan temanku. Aku menaiki banyak wahana mulai dari ontang-anting, alap-alap, kora-kora, dan halilintar. Di setiap wahana memiliki pengalaman yang berbeda seperti ontang-anting yang membuat kita serasa diterbangkan.

Oh iya, ada juga wahana air, ilusi, dan diterbangkan ke udara. Wahana air seperti arung jeram. Arung jeram adalah wahana yang sangat membuat kita basah. Wahana ilusi seperti rumah ajaib. Rumah ajaib adalah wahana yang membuat kita pusing karena dari luar terlihat normal tapi jika memasuki rumah tersebut, rumah itu miring. Semakin jauh semakin miring. Wahana yang menerbangkan kita ke atas salah satunya kora-kora. Kora-kora adalah wahana perahu ayun. Semakin lama semakin tinggi dan paling belakang makin terasa permainannya. 

Kamis, 05 Maret 2020

Materi 2 Pelatihan Menulis Online



Cara Merawat Motivasi Mengelola Atau Menulis Di Blog

Pada pertemuan kedua pelatihan online menulis yang sedang saya ikuti ini, narasumbernya adalah Pak Dedi Dwitagama. Beliau merupakan salah satu guru sekaligus trainer yang banyak meraih prestasi. Bahkan jika dilihat dari profil yang saya lihat di blognya https://dedidwitagama.wordpress.com/, ternyata Pak Dedi juga pernah meraih berbagai prestasi saat menjabat sebagai kepala sekolah menengah kejuruan yang ada di Jakarta.  Pak Dedi sejak tahun 2005 sudah menjadi seorang blogger. Cukup lama untuk seorang blogger yang masih aktif menulis sampai sekarang.

Selasa, 03 Maret 2020

Belajar Menulis Gelombang 4 Hari Pertama


Aspek menulis dan Personal Branding
Selama beberapa hari ke depan saya akan belajar menulis melalui WA Group yang diadakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Om Wijaya Kusumah selaku ketua KSGN. Selama 20 kali pertemuan saya belajar bersama dan ujungnya semua peserta bisa menulis dan menerbitkan buku sendiri. Setiap pertemuan akan dipandu oleh beberapa pemateri yang ahli dibidangnya. Senin malam kemarin, untuk pertama kalinya saya mengikuti pelatihan menulis online melalui WA grup tersebut. Materi pertama adalah mengenai aspek menulis dan personal branding yang disampaikan oleh Pak Agus Sampurno seorang blogger yang aktif menulis tentang pendidikan.

Berlibur Ke Pantai Jetis

Oleh :  Adinda Chintya Ariyanto Kelas : 6A SDN Harapan Mulia 03 Pada hari Kamis tepat saat libur sekolah, aku dan keluargaku be...