Selasa, 07 April 2020

Menulis tentang Momen Spesial Kala Mengajar


Tugas 16 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Menulis tentang Momen Spesial Kala Mengajar
Narasumber : Munif Chatib


Pertemuan ke-16 pada pelatihan menulis online KSGN ini diisi oleh Pak Munif Chatib. Seorang penulis terkenal yang salah satu bukunya berjudul “sekolahnya manusia” merupakan buku best seller. Tema pertemuan kali ini bersama beliau adalah “Menulis tentang Momen Spesial Kala Mengajar”.

Pada awal sesi, Pak Munif memberikan sebuah video mengenai momen spesial. Berikut videonya.


Pada video tersebut beliau menjelaskan mengenai cara menulis momen spesial. Momen spesial kala mengajar adalah kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dengan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Momen spesial berpotensi masuk ke memori jangka panjang, tak terlupakan seumur hidup.

Momen spesial meliputi beberapa aspek. Pertama, perubahan motivasi. Siswa yang awalnya tidak berminat tiba-tiba karena suatu hal menjadi berminat, atau sebaliknya yang awalnya berminat hanya gara-gara beberapa hal menjadi tidak berminat. Kedua, perubahan kemampuan. Siswa yang awalnya tidak mampu menjadi mampu atau sebaliknya. Ketiga, perubahan sikap. Siswa yang awalnya tidak rajin menjadi rajin atau sebaliknya. Dari ketiga aspek tersebutlah bisa kita jadikan sebagai momen spesial kala mengajar.

Pada proses pembelajaran biasanya terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Sebenarnya dari ketiga tahapan kegiatan proses pembelajaran tersebut mempunyai peluang untuk terjadinya momen spesial. Sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan untuk menulis.

Ada beberapa alasan mengapa momen spesial harus ditulis. Pertama, pembaca tak akan lupa seumur hidup, sebab masuk dalam memori jangka panjang. Kedua, mempunyai potensi untuk menjadi tulisan yang dibaca, dikenang, dibagi, dan dicari. Ketiga, mudah ditulis, artikel bebas, tidak ketat aturan artikel ilmiah.

Terdapat 5 momen atau pintu pembuka untuk masuk memori jangka panjang. Pertama, First Experience. Apapun kejadian ataupun pengalaman dengan siswa biasanya masuk memori jangka panjang. Kedua, relevance yaitu kejadian-kejadian yang berhubungan antara topik materi yang kita ajarkan dengan kondisi siswa. Jadi sangat berhubungan materinya dengan kondisi siswa atau kondisi satu kelas. Ketiga, rehearsal atau yang diulang-ulang. Kejadian yang diulang-ulang biasanya masuk ke memori jangka panjang. Keempat, emotional atau perasaan yang diaduk-aduk. Ada perasaan bahagia, ada perasaan takut, benci, berani terkejut dan lain-lain. Biasanya kegiatan pembelajaran yang punya muatan emotional biasanya masuk memori jangka panjang. Kelima, survival atau mengajar yang berkaitan dengan cara bertahan hidup atau untuk keselamatan hidup. Jadi jika kita bisa mengetahui kelima aspek pintu pembuka untuk masuk memori jangka panjang, maka ilmu yang diajarkan akan masuk dalam memori jangka panjang anak dan menjadi sesuatu yang tak terlupakan dalam hidup.

Tahapan menulis momen spesial menurut Pak Munif Chatib:
1.Catat/rekam kejadian momen spesial pada saat terjadi, jangan ditunda.
2.Elaborasi, mencari data-data pendukung terhadap momen spesial. Data, fakta, bertanya, imajinasi.
3.Menulis dalam bentuk artikel bebas.

Pada sesi ini Pak Munif Chatib memberikan contoh artikel yang beliau tulis mengenai momen spesial saat beliau saat diminta mengajar oleh temannya yang menjadi kepala sekolah. Kelas yang akan menjadi tempat beliau mengajar tekenal dengan muridnya yang nakal. Namun dengan berbagai metode yang cukup menarik, akhirnya beliau mampu menyadarkan para siswa di kelas tersebut bahwa para guru selama ini mendidik mereka untuk tujuan yang baik. Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas tersebut, beliau membuat artikel dengan judul “80 Menit di Kelas Neraka”. Pengalaman mengajar tersebut menjadi momen yang spesial karena menghadirkan emosi dari para siswa dan guru yang lain.

Pada sesi akhir Pak Munif memberikan kesempatan kepada para peserta pelatihan untuk memberikan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang relevan saya rangkum sebagai berikut.

Bagaimana mengubah label sebagai guru killer menjadi momen spesial positif?
Harus dibedakan antara guru keras dan guru tegas. Guru killer adalah sebutan untuk guru keras. Ciri-cirinya, guru keras berdampak akan dijauhi, dihindari oleh siswa. Namun guru tegas, sebaliknya, akan dirindukan oleh siswanya. Perayalah zaman sekarang, siswa kita butuh guru yg tegas. Kedisiplinan yg diterapkan oleh guru tegas akan menjadi unsur siswa suka kepada gurunya.

Ada 3 cara sederhana mejadi guru tegas. Pertama, kita menjadi gurunya, orang yg memberikan ilmu. Kedua, kita menjadi orangtuanya, kita memberikan nasihat-nasihat. Ketiga, kita menjadi sahabat siswa, dengan membuka diri untuk menerima curhat dari siswanya. Hanya yg perlu diperhatikan adalah WAKTU. Kapan kita harus jadi guru, orangtua, dan sahabat siswa-siswa kita.

Ketika kita menulis momen spesial itu apakah nama-nama tokoh harus kita tuliskan didalam cerita?
Kalau tulisan terrsebut dapat menjadi inspirasi bagi pembacanya, biasanya saya langsung tulis nama siswa, sekolah dan kelasnya. Namun jika terdapat hal-hal yang privasi, saya sumirkan.

Bagaimana menyusun kata kata yang indah runtut enak dan mudah dipahami oleh  pembaca?
Tulis aja dulu. Harus yakin tulisan kita sendiri enak dibaca. Nanti pada saat edit, barulah kita mulai belajar untuk menulis lebih dulu. Proses edit bisa juga kita minta tolong untuk dibaca oleh teman, dan meminta pendapatnya.

Kesimpulan materi mengenai menulis momen spesial kala mengajar adalah.
1. Momen spesial dapat menggugah kita untuk menulis
2. Untuk awal tulis saja semampu kita tanpa kita hawatir salah dalam kaidah penulisan
3. Tuangkan semua kejadian spesial ke dalam tulisan kita
4. Guru harus bisa memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orang tua dan sahabat bagi siswa




Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif


Tugas 15 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif
Narasumber : Indra Charismiadji


Pada pertemuan ke-13 ini sangat berbeda dengan pertemuan sebelumnya, dimana pelatihan dilakukan melalui webex yang merupakan tools untuk melakukan pertemuan/meeting secara online. Narasumber kali ini adalah Pak Indra Charismiadji, seoarang pemerhati dan praktisi pendidikan 4.0.

Melalui webex, Pak indra menampilkan beberapa slide. Slide pertama mengenai 4 pilar pendidikan UNESCO yaitu Learning to Know (belajar untuk mengetahui), Learning to Do (belajar untuk melakukan sesuatu), Learning to Be (belajar untuk menjadi sesuatu), dan Learning to Live Together (belajar untuk hidup bersama).

Learning to know memiliki pengertian bahwa ketika kita belajar kita akan menjadi tahu. Selain itu juga menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai informator, organisator, motivator, director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator bagi siswanya, sehingga peserta didik perlu dimotivasi agar timbul kebutuhan terhadap informasi, keterampilan hidup, dan sikap tertentu yang ingin dikuasainya.

Learning to do maksudnya setelah kita mengetahui hal-hal yang baru dari pembelajaran yang kita lakukan, kita bisa melakukan sesuatu karya atau bentuk pekerjaan nyata dari ilmu yang telah diserap.

Learning to be mengandung pengertian bahwa belajar adalah membentuk manusia yang menjadi dirinya sendiri. Dengan kata lain, belajar untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai individu dengan kepribadian yang memiliki tanggung jawab sebagai manusia.

Learning to live together maksudnya dengan kita mengetahui dan kita dapat melakukan sesuatu dari apa yang kita pelajari, selanjutnya kita dapat melakukannya untuk diri kita sendiri dan juga untuk orang lain yang ada di sekitar kita. Pilar keempat ini memaknai belajar sebagai upaya agar peserta didik dapat hidup bersama dengan sesamanya secara damai untuk dapat bekerja sama.

Berkaitan dengan 4 pilar pendidikan tersebut, Pak Indra dalam sebuah artikelnya di sebuah media online menyatakan bahwa dunia pendidikan harus kembali mengajarkan cara belajar (Learning How to Learn), bukan Learning What to Learn (belajar tentang sesuatu). Semua ini tercermin dari isi pembelajaran daring seminggu ini di mana guru masih berkutat tentang konten atau materi yang dibuat untuk memberi tahu peserta didik daripada membiarkan mereka untuk mencari tahu sendiri.

Beliau juga menyatakan bahwa dengan adanya internet peserta didik dapat belajar untuk tahu, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi sesuatu, dan belajar untuk hidup bersama dengan pendekatan yang sangat berbeda di masa pra internet di mana guru menjadi satu-satunya sumber belajar. Para pendidik cukup memfasilitasi bagaimana peserta didik dapat mencari tahu sumber belajar yang dapat dipercaya, bukan hoax, dan bukan sekedar opini seseorang yang kredibilitasnya masih diragukan.

Pak Indra menjelaskan bahwa saat ini kita sudah memasuki era 4.0 dimana semua serba digital. Oleh karena itu pembelajaran dalam jaringan merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh guru. Tentunya dengan menentukan tujuan yang akan dicapai dan proses pembelajarannya harus sesuai. Terkadang ada guru yang mengirimkan video ceramah melalui aplikasi pesan singkat. Padahal menurut Pak Indra, hal tersebut bukan merupakan pembelajaran daring. Beliau menjelaskan seharusnya dalam pembelajaran daring siswa juga diberikan kesempatan untuk mencipta. Karena dimasa yang akan datang, apa yang siswa pelajari hari ini mungkin tidak akan lagi berguna di masa mendatang.

Pak indra menjelaskan model pembelajaran daring bagi siswa misalnya menulis di blog atau membuat video di youtube. Sehingga siswa tidak terfokus hanya pada konten materi pembelajaran. Terdapat 3 Peran guru pada abad 21 yaitu, guru sebagai leader, guru sebagai motivator, guru sebagai fasilitator. Sehingga kolaborasi guru & murid tidak tergantikan.

Di akhir sesi beliau menyimpulkan bahwa proses pembelajaran bukan what to learn, tapi how to learn. Pembelajaran bukan mengutamakan penyampaian konten, tapi mendorong bagaimana siswa mau belajar.

Referensi

Menulis Semudah Berbicara


Tugas 14 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Menulis Semudah Berbicara
Narasumber : Melni


Pada pertemuan ke-14 kali ini yang menjadi narasumber adalah Ibu Melni. Tema kali ini yaitu menulis semudah berbicara. Mengapa demikian, karena ternyata beliau mengenalkan salah satu aplikasi dimana kita hanya tinggal berbicara, kemudian hasil rekaman suara kita diubah menjadi tulisan. Aplikasi tersebut yaitu Writer Plus.

Berikut langkah-langkah menggunakan aplikasi Writer Plus.

1.Download aplikasi melalui google playstore

2.Setelah terinstal, buka aplikasi writer plus

 3.Setelah terbuka, klik tanda + untuk memulai

4.Cari tanda microphone untuk memulai berbicara. Jika suara kita terdeteksi oleh smartphone kita, maka suara yang kita ucapkan akan berubah menjadi tulisan

5.Setelah selesai, maka kita bisa share tulisan kita tadi melalui whatsapp kemudian disalin ke wicrosoft word. Tentunya kita harus membuka whatsapp web terlebih dahulu. Berikut cara sharing melalui whatsapp.

 *Cari titik 3 pada bagian pojok kanan atas, kemudian pilih share



*Kemudian pilih text


*Terakhir pilih whatsapp untuk share ke whatsapp

Setelah selesai, silakan buka whatsapp web untuk mengcopy paste tulisan ke dalam microsoft word.

Aplikasi ini sangat simple, jadi bisa kita gunakan untuk menulis kapan saja dan dimana saja. Kita juga tidak perlu mengetik sehingga sangat mudah digunakan.Sebenarnya masih banyak aplikasi serupa yang bisa kita gunakan untuk menulis menggunakan suara. Tinggal kita cari yang kita anggap mudah. 



Belajar Menulis 450 Buku Dari Bu Emi Sudarwati

Tugas 13 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Belajar Menulis 450 Buku Dari Bu Emi Sudarwati
Narasumber : Emi Sudarwati


Pertemuan ke-13 pelatihan menulis online kali ini yang menjadi narasumber adalah Ibu Emi Sudarwati. Beliau adalah pemenang pertama lomba inobel 2016 bidang sorak kemdikbud. Bukunya sangat banyak sekali. Beliau merupakan guru  Bahasa Jawa SMPN 1 Baureno Bojonegoro, Jawa Timur.  Pegiat Literasi Guru dan Siswa Indonesia.  Lebih dari 450 buku ber-ISBN  ada nama beliau di dalamnya.

Dari pengalaman hidup yang beliau bagikan kepada para peserta, saya pribadi sangat kagum dengan beliau. Bagaimana tidak, 450 bulu telah berhasil beliau terbitkan. Kisah ini juga yang menjadi inspirasi bagi saya untuk dapat menulis buku dan mengajak para siswa untuk menulis dan menerbitkan karya tulis siswa dalam bentuk buku. Berikut rangkuman kisah mengenai dunia tulis menulis yang Bu Emi bagikan semalam.

Pada tahun 2013,  beliau bergabung dengan sebuah kelompok penulis di Bojonegoro.  Namanya PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro).  Di sana beliau banyak berjumpa dan berkenalan dengan penulis-penulis senior.  Seperti : JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro),  Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred  Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis itu, akhirnya beliau mendapatkan pencerahan.  Bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internsional Standart Book Nomber).

Pada awal tahun 2014 ini terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG. 

Pada penghujung tahun 2014.  Kembali bekerja sama dengan PSJB, beliau menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno.  Tidak berhenti sampai di situ.  Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu. Sampai-sampai beliau dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara.  Alhasil, besuknya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal itu.  Dari sana,  semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut.  Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku.  Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku.

Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah.  Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain.  Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media,  baik cetak maupun on line.  Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.

Pada tahun 2015 ini, beliau ditugaskan untuk mengikuti lomba inobel tingkat nasional.  Awalnya ada rasa tidak percaya diri.  Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi.  Akhirnya beliau mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati. Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas.  Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, beliau diundang ke Jakarta untuk presentasi.  Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga.  Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan.  Meskipun belum mendapat juara, namun beliau sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.

Pada tahun 2016, beliau ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya.  Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya beliau ditugaskan lagi.  Ternyata tidak sia-sia.  Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta. Pada tahun yang sama, beliau kembali mengirimkan karya inobel.  Kali ini bukan atas inisiatif  bapak kepala sekolah, tetapi keinginan beliau sendiri.  Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi.  Kali ini bukan karya baru.  Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri.  Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).

Paska menyandang predikat juara I inobelnas, beliau belum boleh lagi mengikuti lomba yang sama.  Tentu dalam waktu yang belum bisa diprediksi.  Oleh karena itu, beliau tidak ingin kesepian.  Lalu mengajak teman-teman alumni finalis inobelnas untuk menulis bersama dalam satu buku.  Beliau menyebutnya dengan istilah Patungan Buku Inspiratif.

Bukan hanya karya yang bersifat ilmiah.  Namun dalam grup tersebut juga menerbitkan kumpulan cerita inspiratif,  berbagi pengalaman mengajar, kumpulan puisi, kumpulan pantun dan masih banyak lagi buku-buku lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan bukan hanya menerbitkan buku-buku patungan.  Namun saat ini lebih banyak menerbitkan SBGI (Satu Buku Guru Indonesia) dan SBSI (Satu Buku Siswa Indonesia).

Pada tahun 2018 ratusan buku lahir dari grup Patungan Buku Guru Inspiratif.  Karena sejak tahun 2018 ini lebih banyak menerbitkan SBGI dan SBSI, maka nama grup dirubah.  Yaitu menjadi Penerbit Buku Inspiratif (PBI).  Beberapa undangan dari daerah-daerah lain mulai berdatangan.  Misalkan dari Kota Bogor, Sampang, Tuban, Blitar, Lamongan, Yogyakarta dan lain-lain. Akhirnya beliau berinisiatif, hanya menerima undangan sebagai nara sumber pada Hari Sabtu-Minggu atau Jumat sore.

Bu Emi menghimbau agar guru-guru lebih sering mengirimkan hasil karya ke media.  Jangan berharap sekali kirim pasti tayang atau dimuat.  Namun harus bersabar, terus-menerus mengirim naskah.  Lama kelamaan pasti dimuat juga. Bukan karena penerbit merasa kasihan, tapi memang pengalaman meulis itu sangat diperlukan.  Dengan terus-menerus mengirim naskah, berarti sudah terus menerus belajar menulis pula.  Dari proses tersebut kita belajar.  Belajar meminimalisir kekesalahan.

Pada tahun 2019 beliau mengawali terbitnya buku Kado Cinta 20 Tahun dan Haiku.  Karya ini ditulis berdua dengan suami.  Semoga dengan lahirnya buku tersebut, ikatan pernikahan beliau dengan suami semakin bahagia. Selanjutnya, di tahun yang sama.  Beliau ingin menerbitkan 2 buku tunggal dan beberapa buku patungan.  Buku tunggal yang pertama berbahasa jawa, yaitu pengalaman selama haji dan umrah.  Sedangkan buku tunggal yang ke dua adalah ini,  Menulis dan menerbitkan Buku sampai Keliling Nusantara dan Dunia.  Alhamdulilah impian ini bisa menjadi nyata. Adapun untuk patungan, seperti biasa saja.  Yaitu menulis bersama siswa SMPN 1 Baureno dan bersama grup Patungan Buku Inspiratif.  Juga menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang.

Setelah berbagi kisahnya, seperti biasa, para peserta menulis diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan. Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang dapat saya rangkum. 

Apakah harus menggunakan kata "penulis" atau "saya", dalam menulis sebuah artikel atau kaya yang diatas tadi?
Untuk menulis fiksi biasa digunakan kata saya atau aku.  Tapi untuk menulis ilmiah  menggunakan kata penulis. Misalkan menulis novel, gunakan kata aku atau saya.  Tapi harus konsisten.  Sejak awal sampai akhir.  Kalau sudah menggunakan aku ya aku.   Kalau saya ya saya terus.  Sedangkan untuk menulis esai, PTK, karya inovatif, skripsi dll gunakan kata penulis.

Untuk pemilihan tema menulis bagi siswa itu bagaimana mencari ide nya bu?
Saya biasa menggunakan tema pendidikan, keluarga, wisata dll.  Tapi kadang juga bebas.

Bagaimana cara memulai atau mengarahkan siswa untuk menulis?
Sebelum pembelajaran anak-anak baca buku.  Atau bisa 1 anak baca buku di depan, yang lain mendengarkan.  Kemudian semua mebuat ringkasan isi cerita tersebut.  Lalu saya tunjuk secara acak beberapa siswa membacakan ringkasannya.  Lama-lama anak akan memahami struktur cerita. Baru kita arahkan untuk menulis.

Menulis buku apa yg kira-kira paling mudah atau gampang biar pemula bisa menulis ?
Semua buku mudah ditulis jika sesuai dengan yang kita sukai. Misalkan kita suka baca novel, pasti sangat mudah menulis novel. Kalau kita suka baca karya inovatif, pasti akan mudah menulis karya inovatif.

Bagaimana cara publikasi bahwa sekolah siswanya sudah menulis buku?
Saya unggah di FB dan media sosial lainnya.  Di situ pasti banyak yang lihat.  Salah satunya pejabat atau wartawan.

Pada akhir sesi Bu Emi memberikan kesimpulan bahwa buku adalah bukti sejarah.  Buku merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.  Oleh karena itu, saya ingin mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku.  Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri.  Semoga buku sederhana ini mengispirasi banyak orang. Nuwun nuwun rahayu.

Kamis, 02 April 2020

Kenanganku


Oleh : SURYA PRATAMA
Kelas 6 A
SDN Harapan Mulia 03

Hai perkenalkan aku Surya Pratama. Aku  bersekolah di SDN Harapan mulia 03. Aku mau menceritakan kenanganku yaitu di mana saat aku pulang ke kampung halamanku dan kampung halamanku ada di Jawa Tengah. Aku ke sana pada saat libur panjang sekolah. Aku ke sana dengan keluargaku yaitu adiku, ibuku, dan ayahku. Aku pulang kampung karena ingin merayakan lebaran idul Fitri bersama keluargaku di kampung. 

Di kampung halamanku sangat nyaman karena suasananya sangat dingin dan bersih dari polusi. Hal yang aku lakukan di sana sangat menyenangkan yaitu seperti berenang, jalan-jalan, dan berbelanja. Aku di kampung hanya dua minggu. Saat sebelum lebaran aku hanya membantu ibuku seperti mencuci, memasak dan lain-lain. 

Hal yang paling aku ingat saat di kampung adalah di mana aku dah temanku pergi berjalan- jalan hingga sore hari. Selama dua minggu itu aku hanya melakukan hal yang aku mau lakukan yaitu seperti bermain, jalan-jalan dan yang lainnya. 

Tempat jalan-jalan yang paling aku ingat yaitu saat aku ke tempat berenang dan aku kesana bersama ibuku, adiku, temanku, dan aku. 

Hal yang paling aku suka lakukan hanya bermain. Oh ya, di saat lebaran aku dan temanku berkeliling ke tempat-tempat untuk bermaaf-maafan. 

Setelah dua minggu terlewati aku harus pulang ke Jakarta untuk bersekolah lagi. Namun aku tidak sedih karena teman-temanku bukan hanya ada di kampung tapi juga ada di Jakarta. Dan teman-temanku yang ada di dalam cerita itu adalah Dimas, Bayu, Pras, dan Rio. Sekian cerpenku maaf jika ada salah kata dan terimakasih

Rabu, 01 April 2020

Strategi Memasarkan Buku

Tugas 12 Pelatihan Menulis Online KSGN

Tema : Strategi Memasarkan Buku
Narasumber : Om Jay

Pada pertemuan ke-12 kali ini sedikit berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya karena dilaksanakan pada siang hari tepatnya pukul 10.00 – 12.00 WIB. Biasanya kami peserta menulis online menerima materi pada pada malam hari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Kali ini yang menjadi pemateri adalah Om Jay dengan tema “Strategi Memasaran Buku”. Sebelumya Om jay memberikan kami file presentasi dan pdf beliau saat workshop penyusunan buku ajar dan beberapa link untuk kami pelajari pada malam sebelumnya.

Di dalam file presentasinya, menurut Om Jay ada 3 cara untuk menjadi kaya di usia muda. Pertama,  terlahir dari keluarga kaya. Kedua, kawin dengan anak orang kaya. Ketiga, jadilah orang yang kreatif & berkarakter. Menjadi penulis merupakan salah satu ciri orang yang kreatif dan berkarakter. Melalui kegiatan menulis kita membuat karya yang tentunya bisa memberikan kita keuntungan dari segi materi. Salah satunya adalah membuat buku. Namun untuk menghasilkan uang dari kegiatan menulis buku, tentu kita memerlukan sebuah strategi agar buku yang kita tulis bisa menghasilkan manfaat secara materi bagi kita. Oleh karena itu, perlu adanya strategi dalam memasarkan sebuah buku.

Menurut Om Jay banyak penulis setelah menerbitkan bukunya berakhir tragis. Bukunya tidak laku dijual dan akhirnya diobral. Sebab mereka tak punya strategi pemasaran buku secara jitu dan tak mau belajar tentang pentingnya marketing untuk buku.

Dari beberapa link yang Om Jay bagikan mengenai strategi memasarkan buku. Ternyata strategi yang paling menarik adalah yang ditulis dalam laman penerbitdeepublish.com. 

Berikut strategi pemasaran yang dikutip dari laman penerbitdeepublish.com

Place, Tempat Yang Strategis

Setiap orang itu pada dasarnya seorang marketing. Salah satu kunci kesuksesan marketing adalah memperhatikan place atau tempat. Pemilihan tempat yang strategi, tentu akan meningkatkan hasil penjualan buku. Tempat yang strategis memudahkan untuk dijangkau dan dikenal. Tidak hanya itu, lokasi yang strategis juga salah satu cara menjaring pelanggan.

Place dalam arti luas tidak berbicara tentang dunia lokasi penjualan. Termasuk membicarakan tentang kegiatan penyaluran produk berupa barang dan jasa berupa distribusi ke produsen dan ke konsumen.

Lokasi pemasaran melibatkan beberapa pelaku. Mulai dari tim marketing, agen, retailer dan distributor. distribusi menjadi poin penting dalam strategi pemasaran untuk menjaga ketersediaan barang dan jasa yang diperlukan oleh konsumen dalam waktu dan tempat yang tepat. Percuma jika lokasi strategi namun tidak diimbangi dengan ketersediaan yang memadai.

Strategi pemasaran mengandalkan tempat saja tidak cukup. Perlu adanya strategi distribusi buku dengan cara lain. Misalnya bisa mengandalkan media sosial, membuat website khusus dan sebagainya. Untuk mencapai titik ini, kita perlu memilih saluran distribusi secara terencana dan tepat. Misalnya melakukan survei dan riset terlebih dahulu. Selama melakukan riset, ada beberapa hal yang dicatat, yaitu mencatat sifat pembeli, sifat perantara, sifat produk, pesaing dan faktor harga.

Price, Harga yang Kompetitif

Strategi pemasaran buku adalah persoalan harga. Harga mampu mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk. Harga ditentukan berdasarkan sifat pembeli. Saat menentukan harga, adapun beberapa yang diperhatikan, misalkan mempertimbangkan letak geografisnya, frekuensi pembelian dan kebiasaan belanja masyarakat sekitar.

Harga kompetitif tentu akan menarik perhatian konsumen. Tidak heran jika pelaku marketing menetapkan harga  dengan cara memberikan diskon. Diskon dijadikan icon untuk menarik minat dan perhatian calon pembeli. Meskipun diskon tersebut diberikan dengan syarat tertentu.

Penentuan harga dapat digunakan sebagai media competitor dengan produsen yang serupa. Pernah mengamati dan membandingkan toko buku satu dengan toko buku yang lain? toko Z misalnya, menjual buku dengan harga lebih mahal. Sedangkan toko X menjual dengan harga lebih murah dari toko Z. Hasilnya, konsumen memilih tokoh Z yang lebih murah, meskipun merelakan jarak lebih jauh.

Di dalam strategi pemasaran buku terdapat tiga cara menetapkan harga. Pertama, cost oriented pricing, yaitu penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya produksi. Cost oriented pricing dibagi menjadi tiga metode, yaitu metode penetapan harga biaya plus, penetapan harga mark-up dan target pricing.

Metode penetapan harga berdasarkan biaya plus sering digunakan dalam perusahaan produksi. Penentuan harga biaya plus dapat dilakukan dengan cara biaya total + laba = harga jual. Sedangkan metode penetapan harga mark-up untuk menentukan harga jual dengan cara harga beli + mark up. Metode yang terakhir adalah target pricing yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.

Kedua, demand-oriented pricing atau penetapan harga berdasarkan pendekatan kebutuhan dan permintaan. Metode ini sering ditentukan berdasarkan situasi tertentu. Ketiga, competition oriented pricing merupakan penetapan harga berdasarkan pendekatan persaingan pemasaran. Persaingan harga ini paling sering ditemui. Terutama untuk buku-buku yang sifatnya homogen.

Penepatan harga buku dapat ditentukan dengan dua metode. Yaitu metode perceived value pricing dan sealed bid pricing. Perceived value pricing salah satu upaya menetapkan harga setingkat rata-rata pasar. Sedangkan sealed bid pricing penetapan harga berdasarkan pada tawaran oleh pesaingnya.

Product, Mutu Product

Mutu produk sebagai indikasi strategi pemasaran. Kualitas produk menentukan jumlah permintaan. Mutu produk yang jelek dibandrol dengan harga sesuai dengan kualitas produk, berlaku untuk sebaliknya. Namun, jika yang terjadi mutu produk jelek dibandrol harga tinggi, tentu akan berpengaruh terhadap minat konsumen, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penurunan pengunjung.

Menjaga prodak menjadi kunci keberhasilan dalam melakukan strategi pemasaran. Dengan kata lain, menjaga kualitas prodak menjadi prioritas pertama. Jika penjualan di bidang buku, kualitas produk bisa saja masalah pengepakan dan penjilidan. Kecacatan dalam buku hal yang umum terjadi masalah tentang punggung buku yang tidak erat, jenis kertas dan masalah sepele lainnya.

Promotion, Kecepatan Promosi

Semua pasti tahu definisi promosi. Dalam strategi pemasaran buku  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan promosi. Diantarannya harus berani untuk ditolak, cepat dalam menawarkan dan memiliki inisiatif menawarkan. Seorang strategi pemasaran handal dan berpengalaman tidak pernah takut ditolak. Belajar dari seorang sales yang jalan kaki menawarkan produk dari rumah satu ke rumah lain. Jaminan, mereka lebih banyak ditolak daripada diterima. Namun mereka tetap menawarkan produknya.

Promosi yang baik adalah promosi yang tepat sasaran. Untuk mencapai tepat sasaran, perlu kreativitas. Selain kreativitas, konsistensi dalam melakukan promosi itu penting. pentingnya konsistensi dapat mempengaruhi minat pelanggan.

Kaitannya antara konsistensi dan kreativitas dalam promosi seperti kasus ini. Sebut toko buku A dan toko buku B. Toko buku A dan B sama-sama menjual buku serupa. Hanya saja, toko buku A memberi diskon dan memberikan buku satu gratis untuk konsumen yang membeli lebih dari tiga judul buku. Sedangkan toko buku B tidak memberikan promo sama sekali. Dari kasus tersebut, jelas toko A yang lebih menarik perhatian untuk dikunjungi.

Banyak cara menciptakan kreativitas, tidak melulu memberikan diskon. Jika kita berada di posisi toko B, salah satu meningkatkan minat konsumen dengan membuat promosi lebih kreatif dan menarik. Selain melakukan promosi dalam bentuk promo, bisa juga promosi dengan cara mengutamakan kualitas barang dan pelayanan prima.

Pelayanan prima salah satu metode promosi yang murah meriah, dan bisa diaplikasikan oleh hampir semua orang. Konsumen yang puas dengan hasil pelayanan kita, mereka secara tidak langsung akan mempromosikan produk kita ke orang lain. Dalam bahasa jawa, istilah ini yang disebut getok lambe, yaitu mempromosikan dari mulut ke mulut konsumen, tanpa kita suruh sebelumnya.

Itulah keempat poin strategi pemasaran buku. Semoga ulasan tersebut memberikan wawasan, sudut pandang dan referensi. Jika Anda memiliki buku indie, tidak ada salahnya menerapkan strategi pemasaran buku ini. Jika berhasil, maka keuntungan hasil penjualan buku bisa 100%. Barangkali, berawal dari sinilah yang akan mengantarkan kita menjadi seorang marketing handal. 

Menurut Om Jay, penulis baru kebanyakan lebih memilih penerbit indie daripada penerbit mayor. Hal ini bisa dipahami karena seleksi ketat dari penerbit mayor. Kita akan merasakan sakitnya penolakan. Namun, bila buku diterima dengan baik oleh penerbit besar rasanya senang sekali karena mereka juga punya tenaga pemasaran atau marketing yg banyak.

Om Jay memberikan contoh kasus ketika beliau menang lomba naskah buku pengayaan kemdikbud tahun 2009 dan mendapatkan hadiah uang sebesar 20 juta rupiah. Waktu itu beliau merasa senang sekali karena baru pertama kali dalam hidup memegang uang sebanyak itu. Namun teman sekamar beliau, Pak Johan Wahyudi mengatakan bahwa itu belum seberapa. Sebab Pak Johan sudah merasakan dapat royalti buku sebesar 200 juta rupiah. Beliau menulis buku ajar bahasa indonesia yang diterbitkan 3 serangkai Solo. Beliau kaget juga karena tak menyangka kalau royalty buku ajar bisa sebanyak itu dari penerbit mayor. Saat itu beliau mengundang Pak Johan sebagai dosen tamu di mata kuliah kewirausahaan agar mahasiswa beliau di STMIK Muhammadiyah Jakarta dapat ilmu baru. Dari situlah beliau tahu sedikit ilmu marketing karena mengajar mata kuliah kewirausahaan

Pada sesi pertanyaan, Om Jay mempersilakan kepada para peserta menulis untuk memberikan pertanyaan. Berikut beberapa pertanyaan dari para peserta dan jawaban yang Om Jay berikan.

1. Pak Brian : Saya mau tanya. Apakah boleh naskah yang sana dikirim ke penerbit indie sekaligus penerbit mayor. Jadi sambil menunggu konfirmasi dari penerbit mayor, naskah kita bisa diterbitkan dahulu di penerbit indie. Nanti kalau ternyata diterima penerbit mayor, kita minta penerbit indie, mencabut buku kita?
Om Jay : Tidak boleh karena ada SPP yang harus kita tanda tangani.

2. Bu Tere : Saya mau tanya, Om jay. Sampai brp lama kita akan mndpt royalty dr penerbit mayor ?
Om Jay : Sampai buku itu dicetak kembali. Biasanya royalty buku 6 bulan sekali. Jadi setahun 2 kali

3. Pak Brian : Bagaimana sistem penjualan langsung oleh penulis ? Apakah penulis membeli bukunya dahulu ?
Om Jay : Biasanya kita pesan dulu dan baru bayar setelah buku laku

Om Jay mengatakan bahwa penulis juga harus bantu pemasara buku dan jangan hanya diserahkan kepada penerbit. Oleh karena itu strategi pemasaran buku harus dikuasai juga oleh para penulis buku agar bukunya laku. Kecuali buku yg ditulis bukan utk dijual. Ada 3 keuntungan seorang penulis buku yaitu:  pertama dari penjualan buku secara langsung, kedua dari royalty buku dan ketika sebagai narasumber

Pada akhir sesi Om Jay memberikan kesimpulannya mengenai strategi memasarkan buku:
1. manfaatkan media sosial utk memasarkan biku. 
2. Pasang iklan di media arus utama seperti koran dan majalah. 
3. Adakan bedah buku.
4. Menggelar konferensi pers 
5. Ajak komunikasi dengan peresensi buku kita
6. Manfaatkan kolegaa atau teman baik serta komunitas
7. Manaagtkan kesempatan yg ada dan biasanya saya jualan buku saat menjadi narsum

Berikut ada beberapa link yang Om Jay bagikan sebagai bahan referensi kita dalam memasarkan buku.

https://penerbitdeepublish.com/empat-strategi-pemasaran-buku-terjual-laris/
http://baublogging.com/promosi-buku/
https://www.kompasiana.com/johanmenulisbuku/55006d9d8133119c17fa784f/strategi-pemasaran-buku
https://penerbitdeepublish.com/cara-menerbitkan-buku-strategi-pemasaran-buku-ajar/
https://www.astamediagroup.com/blog/5-strategi-pemasaran-untuk-meningkatkan-penjualan.html

Pergi Ke Jatim Park 2

Oleh : MUHAMMAD RIFQIE AL'HIQNIE
Kelas : 6 A
SDN Harapan Mulia 03


Pada tahun 2018 saya pergi ke Jatim Park 2 yang berada di Malang, Jawa Timur. Saya ke sana dengan papa, mama dan adik.

Kami berangkat menggunakan mobil, kira-kira menempuh perjalanan 1 hari 1 malam untuk sampai ke Malang. Selama perjalanan aku hanya tidur saja di mobil dan akan bangun jika sudah waktunya makan dan sholat.

Kami tiba di Malang pada malam hari dan langsung menginap di hotel. Keesokan paginya setelah sarapan kami langsung ke Jatim park 2. Ternyata karena berada di dataran tinggi udaranya masih sangat sejuk dan terdapat banyak pepohonan. Di sana saya bermain wahana yang ada seperti bombomcar (permainan mobil bebas jalan dan saling tabrak menabrak) aku senang sekali naik bombomcar walaupun aku sedikit pusing setelah menaikinya, roller coaster (kereta yang di pacu dengan kecepatan tinggi pada jalur khusus), aku senang sekali menaikinya walaupun sedikit takut, dan bianglala (adalah semacam kincir angin yang sangat besar) aku senang sekali bisa menaikinya karna kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian.

Di sana juga aku menaiki traktor. Pada saat menaiki traktor itu beberapa hewan seperti kuda, keledai, unta akan mendekati kita untuk meminta makanan yang sudah kita persiapkan. Ada juga aquarium yang letaknya di bawah tanah., disitu kita bisa melihat berbagai macam jenis ikan. Dan  terdapat juga singa, macan, harimau, puma, kita bisa melihat mereka walaupun dibatasi dengan kaca.

Di Jatim Park 2 juga terdapat museum satwa dan fosil. Di sana kita bisa melihat hewan yang sudah punah sampai dengan yang masih ada di bumi ini. Terdapat juga fosil dan koleksi serangga. Jadi walaupun kita lelah bermain tapi kita juga dapat menambah ilmu pengetahuan di sana.

Setelah seharian di Jatim Park 2 kami kembali ke hotel untuk istirahat dan makan malam kebetulan di hotel tempatku menginap terdapat kolam renang jadi aku dan adikku mengisi waktu dengan berenang juga. Setelah berenang kami mandi dahulu dan langsung tidur untuk mempersiapkan tenaga karena besok kami akan kembali lagi ke Jakarta.

Keesokan harinya sebelum kami pulang kami membeli malang strudel (pastry tipis yang berlapis yang punya berbagai varian rasa dan rasanya yang unik, enak dan menggugah selera) untuk oleh-oleh keluarga di Jakarta,  aku suka malang strudel yang rasa durian.

Perjalanan ke Malang sangatlah melelahkan tapi aku senang sekali selama dalam perjalanan itu, semoga aku bisa berjalan-jalan kembali ke tempat lain yang lebih menarik. 
Terima kasih telah membaca.

Berlibur Ke Pantai Jetis

Oleh :  Adinda Chintya Ariyanto Kelas : 6A SDN Harapan Mulia 03 Pada hari Kamis tepat saat libur sekolah, aku dan keluargaku be...